NAB Reksa Dana Diprediksi Tembus Rp 100 Triliun di 2008

NAB Reksa Dana Diprediksi Tembus Rp 100 Triliun di 2008

- detikFinance
Rabu, 03 Sep 2008 11:58 WIB
NAB Reksa Dana Diprediksi Tembus Rp 100 Triliun di 2008
Jakarta - Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana diprediksi akan mencapai Rp 100 triliun hingga akhir tahun 2008. Jenis reksa dana terproteksi masih menjadi favorit investor.

Berdasarkan tinjauan kebijakan moneter Agustus 2008 yang dirilis BI, Rabu (3/8/2008), NAB reksa dana hingga Juli 2008 tercatat meningkat tipis menjadi Rp 94,5 triliun dari NAB Juni 2008 yang sebesar Rp 94,4 triliun.

Hal tersebut bersumber dari net subscription reksa dana terproteksi sebesar Rp 3,41 triliun dengan NAB yang telah mencapai Rp 23,04 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

NAB reksa dana diprediksi bisa menembus Rp 100 triliun berkat perkembangan produk reksa dana terproeksi yang merupakan produk paling diminati dan menjadi pendorong kinerja reksa dana saat ini.

Pasar Obligasi

Namun untuk pasar obligasi, kehati-hatian pasar masih tetap tinggi di tengah meningkatnya risiko global dan tekanan inflasi domestik. Kondisi tersebut tercermin pada penurunan rata-rata harian volume perdagangan obligasi korporasi.

Selain itu, para pelaku pasar obligasi korporasi juga lebih berkonsentrasi pada perdagangan yang lebih berjangka pendek, khususnya pada level investment grade. Secara sektoral, sektor perbankan dan telekomunikasi mengalami penurunan volume perdagangan terbesar.

Di pasar Surat Utang Negara (SUN), penurunan risiko fiskal menurunkan tekanan terhadap yield SUN. Penurunan yield SUN terjadi pada semua tenor dengan penurunan terbesar dialami oleh jangka menengah yang selama ini mengalami koreksi
cukup signifikan.

Penurunan yield SUN juga dibarengi dengan menurunnya spread antara yield SUN jangka panjang dan jangka pendek.

Spread yield SUN jangka panjang dan pendek turun dari 296 bps pada bulan sebelumnya menjadi 230 bps pada Juli 2008. Penurunan tersebut ditopang membaiknya persepsi terhadap fundamental ekonomi berupa penurunan risiko fiskal yang ditandai dengan ketahanan posisi APBN terhadap harga minyak sampai dengan US$ 150/barel.

Di samping itu, ekspektasi inflasi mulai mereda sejalan dengan membaiknya harga minyak seperti tercermin pada Consensus Forecast Juni 2008.

Portofolio asing semakin bertambah untuk SUN berjangka panjang. Kepercayaan investor asing yang mulai membaik tercermin pada berlanjutnya pergeseran portofolio SUN asing ke arah tenor jangka panjang.

Pada Juli 2008, net beli asing di SUN tercatat sebesar Rp 5,87 triliun bersama-sama dengan asuransi, reksa dana, dan dana pensiun yang masing-masing membukukan net beli sebesar Rp 690 miliar, Rp 3,46 triliun, dan Rp 480 miliar.

Sebagai counterpart, kelompok bank rekap, nonrekap, sekuritas dan lainnya merupakan penjual SUN yang masing-masing mengalami net jual sebesar Rp 320 miliar, Rp 8,77 triliun, Rp 0,57 triliun dan Rp730 miliar. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads