Laba Tri Polyta Merekah di Semester I-2008

Laba Tri Polyta Merekah di Semester I-2008

- detikFinance
Rabu, 03 Sep 2008 14:42 WIB
Laba Tri Polyta Merekah di Semester I-2008
Jakarta - PT Tri Polyta Indonesia Tbk catatkan laba bersih sebesar Rp 128 miliar pada semester I-2008 atau meningkat 80% dibandingkan periode yang sama tahun 2007 yang sebesar Rp 71 miliar.

Hal ini disampaikan oleh Director & Corporate Secretary perseroan Suryandi dalam jumpa pers di ruang wartawan Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (3/9/2008).

"Peningkatan laba bersih tersebut terutama disebabkan meningkatnya volume penjualan pada semester I-2008 menjadi 170.302 ton atau naik 17% dibanding periode yang sama tahun 2007 yang sebesar 145.522 ton," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara untuk nominalnya, total penjualan pada semester I-2008 adalah sebesar Rp 2,63 triiun, meningkat dibandingkan pada periode yang sama tahun 2007 yang sebesar Rp 1,82 triliun.

Suryandi mengatakan faktor lain yang menunjang kenaikan laba bersih adalah peningkatan margin (Delta P) yaitu selisih antara harga polypropylene, barang jadi perseroan dengan harga propylene yang meningkat menjadi US$ 292 per ton selama semester I-2008 atau mengalami kenaikkan sebesar 43% dibanding Delta P di semester I-2007 yang sebesar US$ 204 per ton.

"Peningkatan harga minyak dunia pada semester I-2008 yang sempat mencapai US$ 140 per barel tidak berdampak negatif pada margin laba perseroan, karena kondisi permintaan masih cukup baik," katanya.

Naikkan Kapasitas

Tri Polyta juga berencana untuk meningkatkan kapasitas produksinya pada akhir 2010 guna menjawab permintaan pasar yang terus meningkat sebesar 5% tiap tahunnya.

"Permintaan polypropylene terus meningkat 5% per tahun, tahun ini saja permintaan mencapai 850 ribu ton, sementara kapasitas produksi nasional hanya 625 riu ton untuk propylene ini," kata Suryandi.

Memang saat ini perusahaan yang memproduksi propylene hanya ada 3 di Indonesia dan kapasitas produksinya lebih kecil dibandingkan perimntaannya, sehingga masih harus diimpor atau sekitar 25% dari kebutuhan pasar.

"Karena itu di kuartal IV-2010 kami akan meningkatkan produksi sampai 460 ribu ton dengan biaya investasi US$ 30 juta dari kas internal untu pembelian mesin produksi. Tapi rencana tersebut sudah dimulai dari sekarang hanya selesainya pada akhir 2010," katanya. (/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads