Pasar Saham Kering Sentimen Positif

Pasar Saham Kering Sentimen Positif

- detikFinance
Kamis, 04 Sep 2008 07:33 WIB
Pasar Saham Kering Sentimen Positif
Jakarta - Bursa saham masih juga kekeringan sentimen segar yang bsa melawan tekanan negatif dari pasar global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum bisa bebas melenggang ke zona aman.

Turunnya bursa saham di Wall Street pada perdagangan Rabu waktu AS dan bursa Nikkei Jepang pada Kamis pagi ini menandakan IHSG pada perdagangan Kamis (4/9/2008) masih akan mengalami tekanan dari faktor eksternal.

Wall Street dibayangi pelemahan ekonomi dunia terutama di kawasan Eropa. Akibatnya pada penutupan perdagangan Rabu waktu AS (3/9/2008), indeks Dow Jones Industrial Average hanya naik tipis 15,96 poin (0,14%) ke level 11.532,88, Nasdaq turun 15,51 poin (0,66%) ke level 2.333,73 dan S&P turun 2,60 poin (0,25) ke level 1.274,98.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaku pasar kini akan fokus pada saham-saham perbankan terkait dengan rapat dewan gubernur BI pada Kamis siang ini yang akan menentukan tingkat BI Rate dari posisi saat ini sebesar 9%.

Perhatian investor juga tetap akan fokus pada saham-saham komoditas sehubungan dengan fluktuasi harga minyak dunia yang kini di level US$ 109 per barel.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (3/9/2008), IHSG anjlok 43,052 poin (1,99%) menjadi 2.116,000.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities


Melemahnya bursa regional dan harga komoditas memukul sektor pertambangan dan perkebunan lebih dari 4% menjadikan indeks terkoreksi 43 poin keposisi 2.116. Selanjutnya investor bakal fokus pada Rapat Dewan Gubernur yang diperkirakan menahan BI rate di level 9%. Indeks bergerak dikisaran 2.100-2.150 dengan pilihan saham: UNVR, BBRI, ASII, AKRA dan SMGR.

eTrading Securities


Bursa Indonesia kemarin mengalami hari yang cukup buruk dimana indeks jatuh hampir -2% ke level 2116, akibat sentimen penurunan harga minyak dunia yang menjatuhkan saham-saham komoditas across the board. Investor tampak mulai meninggalkan sejenak saham-saham energy related dan komoditas seiring ekspektasi harga minyak yang akan terus melemah ke kisaran US$100/barrel. Meski beberapa saham seperti BUMI, TINS dan beberapa CPO Player terlihat telah memasuki oversold areanya, namun indeks terlihat baru saja memasuki bearish trend jangka pendek.

Sementara bursa US semalam ditutup menguat tipis akibat terangkat oleh sentimen kembali koreksinya harga minyak (US$109,.) dan data produk manufaktur naik 1,3% di bulan Juli melampaui konsensus analis. Sementara bursa Asia sendiri kembali dibuka melemah pagi ini.

Bursa Indonesia pada perdagangan hari ini tampaknya akan dibuka dengan teknikal rebound pada beberapa saham yang kemarin telah turun tajam dan memasuki oversold areanya, namun potensi pelemahan masih cukup besar seiring belum adanya sentimen positif baru. Investor masih akan menunggu hasil RDG BI mengenai BI Rate siang nanti. Konsensus analis, BI akan menaikkan BI Rate sebesar 25 bps. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 2085 - 2140. (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads