Lowongan CPNS 2021 Dibuka Setelah Mei, Ini 3 Faktanya

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 28 Des 2020 18:00 WIB
Rangkaian Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2019 kembali dilanjutkan. Tes dilakukan dengan protokol kesehatan ketat terkait pandemi COVID-19.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pemerintah memutuskan untuk membuka kembali lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2021. Hal itu diputuskan untuk mengakomodir target pencapaian pembangunan nasional.

Meski belum menetapkan waktu yang pasti, lowongan CPNS 2021 sangat dinantikan masyarakat. Sebab, pada 2020 tidak ada lowongan CPNS karena terjadi pandemi COVID-19. berikut fakta-fakta lowongan CPNS 2021:

1. Dibuka Setelah Mei

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) menyebut pendaftaran lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2021 dibuka setelah bulan Mei tahun depan.

Hal itu diungkapkan Pelaksana tugas (Plt) Deputi Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian PAN-RB, Teguh Widjinarko saat dihubungi detikcom, Senin (28/12/2020). Teguh bilang, untuk tanggal pasti pembukaannya belum ditetapkan.

"Dibuka kira-kira setelah bulan Mei tahun 2021, waktu tepatnya belum ditentukan," kata Teguh.

2. Alasan Dibuka Setelah Mei

Teguh mengatakan saat ini Kementerian PAN-RB sedang menghimpun data kebutuhan CPNS dari masing-masing instansi baik pusat maupun daerah.

"Saat ini kita masih menghimpun data kebutuhan dari masing-masing instansi (pusat dan daerah)," kata Teguh.

Dia menjelaskan, penghimpunan data dilakukan untuk mengetahui usulan yang datang dari para kementerian dan lembaga (K/L) atas dasar keinginan atau kebutuhan.

"Usulan yang masuk harus kita verifikasi karena seringkali terjadi usulan yang masuk adalah atas dasar keinginan, bukan atas dasar kebutuhan nyata. Nanti setelah proses ini selesai dan ada pertimbangan Menkeu dan BKN, barulah bisa kita tetapkan," jelasnya.

3. Formasi Prioritas

Teguh mengungkapkan formasi prioritas yang ditetapkan pemerintah pada CPNS 2021 adalah di bidang kesehatan, pendidikan, dan teknis yang dibutuhkan untuk upaya pencapaian sasaran pembangunan baik secara nasional maupun daerah.

Di bidang kesehatan, Teguh menjelaskan saat ini Indonesia sedang menghadapi pandemi COVID-19 sehingga penguatan bidang kesehatan harus dilakukan. Sementara di bidang pendidikan sesuai dengan visi dan misi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Ma'ruf Amin yang ingin mengembangkan sumber daya manusia (SDM).

Sedangkan bidang teknis lainnya, Teguh mengungkapkan dalam CPNS 2021 kebutuhan akan tenaga IT menjadi semakin tinggi sesuai dengan penerapan layanan pemerintahan yang berbasis elektronik atau online.

"Contoh lainnya adalah kebutuhan di sektor ekonomi kreatif, pariwisata, yang di masa mendatang menjadi sektor unggulan, dan lainnya. Tergantung dari kebutuhan sektor-sektor," ungkapnya.

(hek/ara)