Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) sekolah kedinasan digelar mulai 22 September 2026. Tahap pendaftaran sendiri telah selesai pada akhir Agustus 2026.
Menteri PANRB Rini Widyantini berpesan kepada seluruh peserta untuk menyiapkan diri dan hindari oknum-oknum yang menjanjikan kelulusan otomatis dengan membayar sejumlah uang.
SKD tetap akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang dikelola Badan Kepegawaian Negara (BKN). Rini menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan celah kecurangan dalam proses seleksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak akan ada celah untuk yang melakukan kecurangan," tegas Menteri Rini, dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9/2026).
Pemerintah telah menetapkan nilai ambang batas atau passing grade yang harus dicapai dari masing-masing kelompok soal.
Nilai ambang batas untuk tes wawasan kebangsaan (TWK) adalah 65, sementara tes intelegensia umum (TIU) adalah 80. Lalu 156 adalah nilai minimal yang harus dicapai peserta untuk kelompok soal tes karakteristik pribadi (TKP).
Nilai kumulatif tertinggi SKD adalah 550, dengan rincian: 150 untuk TWK, 175 untuk TIU, serta 225 untuk TKP. Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 406 Tahun 2026 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Seleksi Penerimaan Peserta Didik Sekolah Kedinasan Tahun Anggaran 2026.
Namun nilai ambang batas tersebut dikecualikan bagi peserta dari daerah tertentu yang mendapat afirmasi. Kebijakan afirmasi itu adalah yang sebelumnya telah diusulkan oleh kementerian atau lembaga penyelenggara sekolah kedinasan.
Pada materi soal TIU dan TWK, bobot jawaban benar bernilai 5. Peserta akan mendapat nilai 0 jika menjawab salah atau tidak menjawab. Sementara untuk soal TKP, bobot jawaban paling rendah adalah 1, paling tinggi adalah 5, serta mendapat 0 jika tidak menjawab.
Para calon praja, mahasiswa, atau taruna, harus mengerjakan 110 butir soal dalam waktu 100 menit. TWK terdiri dari 30 soal, TIU terdapat 35 soal, serta 45 soal untuk TKP.
Rini meminta peserta mengikuti tahapan seleksi dengan jujur sesuai kemampuan diri masing-masing. Pengelompokkan soal-soal itu dilakukan untuk menilai pengetahuan, kecenderungan, serta penguasaan para peserta.
Jawaban peserta akan menunjukkan pengetahuan dan kecenderungannya tentang nilai nasionalisme, analisis hingga silogisme, kemampuan beradaptasi, hingga pengetahuan tentang anti-radikalisme.
Pemerintah menyiapkan 4.770 kebutuhan calon pegawai negeri sipil (CPNS) melalui jalur sekolah kedinasan tahun 2026. Tahun ini sembilan instansi membuka formasi sekolah kedinasan yang berada dibawah naungannya.
Setelah mengikuti SKD, setiap instansi akan pengumumkan hasilnya secara resmi pada September hingga Oktober 2026. Sedangkan seleksi lanjutan diatur oleh masing-masing instansi penyelenggara sekolah kedinasan. Detail tanggal tahapan seleksi bisa dilihat atau diakses pada laman https://sscasn.bkn.go.id/.
Lihat juga Video: JPPI Soroti Tata Kelola Sekolah Kedinasan yang Tertutup










































