Kapan Batas Waktu Menentukan Bisnis Warmindo Untung atau Tidak?

detikTV, detikTV - detikFinance
Kamis, 10 Jun 2021 18:51 WIB
Jakarta -

Peluang usaha warung mie instan atau kerap disebut warmindo yang dilengkapi dengan menu bubur kacang ijo (burjo) memang cukup menjanjikan. Banyak pebisnis yang mencoba membuka usaha tersebut dan meraih omzet tinggi. Meski demikian, ada juga sejumlah warmindo atau burjo yang sudah berjalan selama berbulan-bulan tak kunjung ramai.

Pemilik Burjo Bogorian Heru Setiawan menjelaskan hal-hal yang harus dilakukan oleh pebisnis bila usahanya sepi dalam batas waktu yang ditentukan. Menurutnya, seorang pebisnis harus melakukan evaluasi bisnis setelah tiga bulan pertama.

"Tiga bulan pertama kita harus evaluasi dalam artian kenapa bisa sepi. Kita harus tarik ulur oh bahwa kita mungkin kurang dari segi marketing, operasional kita kurang, cara promosinya kita kurang, atau dari segi hidangannya pun kurang, ditambahkan dari segi pelayanan pun kurang. Nah, dari situ kita perbaiki," tuturnya dalam d'Mentor: 'Sukses Berbisnis Mie Instan dan Burjo', Rabu (9/6/2021).

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Kang Ghobank ini menyatakan akan memberi kesempatan selama tiga bulan kedua untuk melihat perkembangan usaha warung mie instan di satu wilayah tertentu. Ia mengaku mulai merasakan keuntungan ketika memasuki bulan keempat atau kelima.

"Kalau tolak ukur saya jika tiga bulan tidak jalan, saya berikan kesempatan kedua selama tiga bulan selanjutnya, jadi totalnya enam bulan. Ketika enam bulan sudah tidak jalan, ya udah kita harus ganti bisnis lain," ujarnya.



Simak Video "Sukses Berbisnis Warung Mie Instan dan Burjo"
[Gambas:Video 20detik]
(hnf/hnf)