LRT Usulan Ahok akan Terhubung MRT, KRL, dan Transjakarta

LRT Usulan Ahok akan Terhubung MRT, KRL, dan Transjakarta

Angga Aliya - detikFinance
Selasa, 14 Jul 2015 13:20 WIB
LRT Usulan Ahok akan Terhubung MRT, KRL, dan Transjakarta
LRT di Kuala Lumpur, Malaysia (Foto: Wikipedia)
Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membangun sarana transportasi massal Light Rail Transit (LRT) untuk mengurangi kemacetan Ibu Kota. Sarana transportasi baru ini akan terhubung dengan MRT (Mass Rapid Transit), Kereta Rel Listrik (KRL), dan Bus Transjakarta.

Berdasarkan Dokumen Usulan MRT Pemprov DKI yang didapat detikFinance, Selasa (14/7/2015), Pemprov) DKI akan membangun 7 koridor atau rute LRT.

Dua rute awal yang jadi prioritas tahun ini adalah Kebayoran Lama-Kelapa Gading sepanjang 21,6 km dan Kelapa Gading-Kemayoran-Pesing-Bandara Soekarno-Hatta sepanjang 39,2 km. Rute-rute lainnya menyusul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari usulan dan perencanaan Pemprov DKI, seluruh rute itu akan terhubungan dengan salah satu sarana transportasi massal lainnya di beberapa titik.

"Strateginya membangun sistem angkutan umum massal terintegrasi yang menyediakan aksesabilitas dari pemukiman menuju ke pusat kegiatan ekonomi," ungkap dokumen tersebut.

Targetnya, Jakarta akan punya 15 koridor Bus Transjakarta, 7 koridor LRT, MRT Lebak Bulus-Kota, MRT Timur-Barat, dan 6 commuter line (KRL).

Berikut ini daftar stasiun LRT yang terkoneksi dengan:

KRL Jabodetabek

  • Kebayoran Lama
  • Palmerah
  • Tanah Abang
  • Senen
  • Pesing
  • Kota

Bus Transjakarta

  • Pluit
  • Pesing
  • Meruya
  • Pos Pengumben
  • Slipi
  • Jembatan Dua
  • Bank Indonesia (BI)
  • Setiabudi
  • Tebet
  • Pramuka
  • Pulo Mas
  • Cempaka Mas
  • Senen
  • Matraman
  • Kuningan

MRT

  • Setiabudi
  • Bank Indonesia (BI)
(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads