Financial Planner, Privilege Orang Indonesia: Uang Tunjangan Hari Raya

ADVERTISEMENT

Financial Planner, Privilege Orang Indonesia: Uang Tunjangan Hari Raya

Brillyan Vandy Yansa - detikFinance
Jumat, 06 Mei 2022 13:04 WIB
Jakarta -

Maraknya tren investasi akhir-akhir ini bukan berarti cerminan dari literasi keuangan masyarakat yang meningkat. Mudik lebaran yang sempat 2 tahun tertahan bisa menjadi penyebab utama robohnya pertahanan perencanaan keuangan yang selama ini terbangun.

Keberhasilan seseorang dalam mengelola keuangan di masa lebaran dapat diukur dari selisih antara budget dengan pengeluaran asli di sepanjang periode Idul Fitri serta mudik. Perencana keuangan, Aidil Akbar menyebutkan, masyarakat seharusnya bisa lepas dari over budget pengeluaran. Alasannya, mudik adalah agenda tahunan yang tidak mendadak serta ada suntikan dana dari luar yang dikenal sebagai Tunjangan hari Raya (THR).

"Kita itu punya privilege yang bernama THR. ini nggak ada loh di negara lain. Bahkan di negara tetangga kita yang umat muslimnya juga besar seperti Malaysia itu juga nggak ada. Jadi di seluruh dunia itu cuma ada di Indonesia sama Vietnam kalau nggak salah. Jadi artinya apa? Artinya sudah dipersiapkan dana dan diundang-undangkan sebagai hak gitu ya. Jadi tidak ada alasan bagi seseorang, nanti kantongnya bolong gara-gara mudik," ungkap Aidil dalam d'Mentor Kamis, (5/5/2022).

Aidil mengklaim, keberadaan THR seharusnya dapat digunakan sebagai ganjalan atau tambahan untuk menutupi pengeluaran ekstra di libur lebaran serta biaya mudik. Namun, ada kalanya seseorang mempunyai pengeluaran yang sangat tinggi dan tidak terkontrol.

Ia menyebutkan ada beberapa hal yang sering kali membuat pengeluaran jauh lebih besar dari seharusnya. Hal tersebut adalah adalah belanja oleh-oleh dan pemberian angpao. Menurut Aidil, oleh-oleh dapat dibeli dengan hitungan per keluarga, bukan per orang. Ia menambahkan, oleh-oleh dialokasikan dari harga, bukan jumlah. Dengan demikian, seseorang bisa memilih antara kualitas atau kuantitas dengan nilai uang yang sama. Soal angpao, Aidil mengusulkan untuk tidak memberi dengan nominal yang sama, melainkan disesuaikan dengan umur penerimanya.

Bijaksana dalam mengelola THR pada akhirnya akan menjaga kestabilan keuangan di masa libur lebaran. Memilih moda transportasi juga menjadi kunci agar pengeluaran bisa sesuai dengan rencana.

"Biaya transportasi sudah pasti lah ya karena sekarang tol-nya sudah bagus. Cuma harus dilihat, saat ini macetnya harusnya lebih luar biasa karena 2 tahun terakhir tidak semua mudik jadi tahun ini akan menjadi grand mudik. Nah, biaya tambahan bensin dan sebagainya juga harus diperhitungkan," tutup Aidil.

Saksikan Juga Video Lengkap d'Mentor: Tambal Sulam Kantong Bolong Pasca Mudik

[Gambas:Video 20detik]



(vys/vys)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT