Pegawai BGN Main HP Saat Rapat Batal Dimutasi ke Papua

Pegawai BGN Main HP Saat Rapat Batal Dimutasi ke Papua

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 31 Jul 2026 19:08 WIB
Baru beberapa jam setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono langsung memimpin rapat bersama jajaran pimpinan BGN. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesinambungan pelaksanaan Program Makan
Ilustrasi.Foto: Ari Saputra/detikfoto
Jakarta -

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono buka suara terkait video viral soal dirinya menegur seorang pegawai karena bermain telepon seluler (ponsel) saat rapat melalui Zoom. Sudaryono memerintahkan pegawai tersebut dimutasi ke Papua.

Dikonfirmasi soal ini, Sudaryono membenarkan bahwa dirinya sempat memerintahkan pegawai tersebut dipindahkan ke Papua. Pegawai tersebut merupakan koordinator wilayah di Kabupaten Kayong Utara di Kalimantan Barat,

"Yang bersangkutan betul itu memang saya memberikan zoom kemudian di layar pegang handphone ya kemudian saya beri teguran dan memang di situ saya sampaikan untuk dipindahkan ke Papua," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, setelah dilakukan evaluasi, rencana mutasi ke Papua dibatalkan. Sudaryono menjelaskan, wilayah Papua saat ini justru mengalami kelebihan tenaga Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dibanding jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi.

"Setelah kami cek ternyata di Papua itu tenaga SPPG atau tenaga SPPI-nya itu ternyata oversupply. Artinya tenaga SPPI dengan dapurnya, dapurnya belum begitu banyak sehingga tenaganya oversupply," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Karena itu, pegawai tersebut akhirnya dipindahkan ke wilayah lain yang masih membutuhkan tambahan personel. Pegawai tersebut dipindahkan ke Sulawesi Selatan yang lebih membutuhkan tenaga kerja.

"Sehingga kami tidak tidak pindah ke Papua tapi kami pindahkan ke daerah lain, jadinya kami pindahkan kalau tidak salah ke Sulawesi Selatan, yang di mana memang ada kebutuhan tambahan tenaga SPPI di tempat itu," terang Sudaryono.

(ily/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads