Danantara Susun Laporan Keuangan, Dibantu 4 Konsultan Kakap

Danantara Susun Laporan Keuangan, Dibantu 4 Konsultan Kakap

Andi Hidayat, Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 31 Jul 2026 21:25 WIB
Danantara Susun Laporan Keuangan, Dibantu 4 Konsultan Kakap
Jakarta -

Danantara menyatakan laporan keuangan tengah dalam proses audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Untuk tahun pertama, Danantara tengah menyusun chart of account yang memuat daftar isi dari semua akun keuangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria mengatakan chart of account ini dibuat agar laporan keuangan terkonsolidasi dan lebih spesifik mencakup seluruh BUMN.

Dalam penyusunannya, Danantara juga dibantu oleh Big Four lembaga auditor internasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah juga sedang dilakukan juga pre-audit oleh BPK untuk audit report-nya, karena kita sudah melihat yang apa unaudited ya, nanti akan dilakukan prosesnya. Ini untuk tahun pertama tentu akan lebih membuat chart of account-nya ya tentu akan spesifik. Kita dibantu juga oleh konsultan keuangan Big Four untuk memastikan bahwa proses ini berjalan dengan baik," ujar Dony kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Dony menjelaskan, laporan keuangan Danantara dilakukan secara konsolidasi dari BUMN. Menurutnya, proses konsolidasi tersebut membuat adanya eliminasi transaksi atau pencatatan antarperusahaan BUMN.

ADVERTISEMENT

Pasalnya, sebelum dikonsolidasikan, masing-masing BUMN seperti PT Pertamina (Persero), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT PLN (Persero) memiliki pencatatan aset secara terpisah.

"Laporan konsolidasi itu artinya akan ada proses eliminasi antarperusahaan. Karena kan dulu BUMN tuh terpisah-pisah, bukan satu holding. Sekarang menjadi satu holding. Antara Pertamina, Mandiri, PLN, ini nanti akan terjadi proses eliminasi karena asetnya kan tercatat masing-masing tadinya kan. Karena dia terkonsolidasi, makanya terjadi proses eliminasi," jelasnya.

Dony menambahkan, laporan keuangan masing-masing BUMN tetap dapat dilihat secara terpisah. Namun, proses konsolidasi membutuhkan penyesuaian karena melibatkan banyak transaksi antar-BUMN yang harus dieliminasi dalam laporan keuangan gabungan.

"Kalau untuk melakukan proses konsolidasinya tentu tadi ya, dari bayangkan teman-teman bisa bayangkan 1.000 BUMN masing-masing tereliminasi kan? Ada transaksi Pertamina dengan Mandiri, transaksi Pertamina misalkan dengan PLN. Nah, ini karena dia consolidated report menjadi tereliminasi. Tentu tetapi pada dasarnya semuanya akan sangat transparan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan," terang Dony.

(hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads