Tumbuh 19,3%, Pembiayaan Berkelanjutan BSI Capai Rp 72,8 T

Tumbuh 19,3%, Pembiayaan Berkelanjutan BSI Capai Rp 72,8 T

Diffa Rezy - detikFinance
Jumat, 29 Agu 2025 16:04 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar (kedua kiri) bersama Direktur Utama BSI terpilih Anggoro Eko Cahyo (kedua kanan), Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Rizaludin Kurniawan (kanan) dan Deputy Resident Representative of UNDP Indonesia Sujala Pant (kiri) meluncurkan Green Zakat Framework di Kantor Pusat BSI, Jakarta, Rabu (27/8/2025). PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan Green Zakat Framework yang akan dijadikan acuan strategis pemerintah dalam mengintegrasikan pengelolaan zakat dengan upaya perlindungan lingkungan dan ketahanan iklim. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/bar
Foto: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyampaikan nilai pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp 72,8 triliun hingga Semester I/2025. Hal ini tumbuh 19,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk Anggoro Eko Cahyo mengatakan pembiayaan berkelanjutan ini terdiri dari green financing Rp 15,3 triliun tumbuh 14,5% YoY, dan sosial financing sebesar Rp 57,5 triliun tumbuh 20,6% YoY.

"Hingga Juni 2025 (unaudited), BSI telah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan Rp 72,8 triliun tumbuh 19,3% (year-on-year) YoY," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (29/8/2025).

Penyaluran green financing didominasi oleh sektor pengelolaan sumber daya alam hayati dan penggunaan lahan berkelanjutan, eco efficient, dan energi terbarukan. Selain itu, BSI juga aktif menyalurkan pembiayaan kendaraan listrik.

Anggoro menegaskan percepatan pembiayaan berkelanjutan menjadi pendukung bagi tercapainya pembangunan nasional yang berkelanjutan. Hal ini merupakan bagian strategis Bank untuk sebagai agen perubahan dalam bisnis berkelanjutan, menjaga kelestarian lingkungan, memastikan pertumbuhan ekonomi yang merata, menjaga daya saing nasional, serta memperkuat peran Indonesia dalam menghadapi krisis iklim global. (akd/akd)

Berita Terkait