Limbah Sawit Ternyata Bisa Jadi Sumber Cuan, Ini Potensinya

Limbah Sawit Ternyata Bisa Jadi Sumber Cuan, Ini Potensinya

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Minggu, 22 Mar 2026 14:33 WIB
Pekerja membongkar muat Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit ke atas truk di Mamuju Tengah , Sulawesi Barat, Rabu (11/08/2021). Harga TBS kelapa sawit tingkat petani sejak sebulan terakhir mengalami kenaikan harga dari Rp1.970 per kilogram naik menja
Foto: ANTARA FOTO/AKBAR TADO
Jakarta - Limbah kelapa sawit dinilai punya potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai tambah. Ketersediaannya yang melimpah di Indonesia membuka peluang ekonomi sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan.

Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB University, Yanto Santosa, mengatakan limbah sawit bisa diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi dengan teknologi yang tepat. Jika tidak dikelola, limbah ini justru bisa menimbulkan masalah lingkungan.

"Limbah kelapa sawit memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah ekonomi," katanya di Jakarta, Minggu (22/3/2026).

Menurut Yanto, pemanfaatan limbah sawit bisa meningkatkan nilai ekonomi, membuka peluang usaha, mendukung ekonomi sirkular, hingga menghasilkan energi terbarukan.

Kelapa sawit juga disebut sebagai komoditas zero waste. Artinya, seluruh bagian tanaman bisa dimanfaatkan menjadi produk bernilai tambah.

"Pemanfaatan limbah sawit memberikan banyak manfaat penting," tegasnya.

Ia menilai pemerintah perlu mendorong penerapan konsep zero waste di sektor sawit. Termasuk dengan mengoptimalkan pemanfaatan limbah agar tidak mencemari lingkungan.

Selain itu, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) didorong berkolaborasi dengan lembaga riset untuk mengembangkan inovasi pengolahan limbah sawit.

"Kolaborasi BPDP dengan lembaga riset akan memberikan berbagai manfaat," tegasnya.

Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung, menyebut produk samping sawit sebenarnya memiliki nilai ekonomi. Karena itu, ia tidak sepakat jika disebut sebagai limbah.

"Yang tepat barangkali adalah produk utama (main product) yakni CPO dan CPKO dan produk sampingan (by product) yang kerap disebut sebagai limbah. Produk samping ini banyak sekali jenisnya yakni mulai dari level kebun sawit hingga ke hilir," paparnya.

Namun, saat ini produk samping tersebut masih dikategorikan sebagai limbah dalam aturan lingkungan hidup, bahkan sebagian masuk kategori limbah B3. Hal ini dinilai menjadi hambatan untuk dikomersialkan.

"Padahal, apanya yang B3 karena semua adalah dari bahan organik?" ujarnya.

Ia menilai jika aturan tersebut diperbaiki, industri pemanfaatan produk samping sawit bisa berkembang pesat dan memberi dampak ke ekonomi nasional, mulai dari peningkatan devisa hingga pembukaan lapangan kerja.

"Selain itu, perhitungan emisi (carbon footprint) produk dari sawit akan semakin rendah (low carbon) sehingga industri sawit secara keseluruhan merupakan produk low carbon yang renewable," pungkasnya. (fdl/fdl)

Berita Terkait