Mitigasi Risiko Lingkungan, Triputra Agro Persada Raih Anugerah Ekonomi Hijau

Anugerah Ekonomi Hijau

Mitigasi Risiko Lingkungan, Triputra Agro Persada Raih Anugerah Ekonomi Hijau

Amanda Christabel - detikFinance
Kamis, 03 Sep 2026 23:25 WIB
Anugerah Ekonomi Hijau Triputra Agro
Foto: Amanda Christabel/detikcom
Jakarta - PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) mendapat penghargaan Anugerah Ekonomi Hijau untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Mitigasi Risiko Lingkungan di Wilayah Operasional. TPAG secara aktif memberdayakan ekonomi masyarakat serta melakukan mitigasi risiko lingkungan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA).

Program yang telah dilakukan sejak 2018 ini merupakan wadah kolaborasi antara TAPG dan masyarakat desa untuk menjawab dua tantangan, yaitu memperkuat fondasi ekonomi lokal dan menjaga lingkungan dari Karhutla di sekitar wilayah operasional perusahaan. Dari sisi pemberdayaan ekonomi masyarakat, DMPA menjadi pintu bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi desa melalui sosialisasi dan kajian potensi desa secara partisipatif, pembentukan BUMDes sebagai mitra penggerak ekonomi lokal, serta penyediaan modal usaha, pembinaan, dan pendampingan unit usaha yang telah berjalan.

Dengan mendorong tumbuhnya unit usaha lokal, DMPA membuka ruang untuk diversifikasi ekonomi agar masyarakat setempat tidak hanya bergantung pada sawit. Beberapa diversifikasi jenis usaha yang dilakukan pada tahun 2025, diantaranya adalah usaha perikanan, pertanian, peternakan, serta usaha jasa.

Sepanjang tahun 2025, TAPG melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui DMPA dengan mengembangkan 22 unit usaha baru, dan 19 unit usaha berkelanjutan. TAPG juga telah membentuk dan memfasilitasi 52 BUMDes. Dengan total 11.794 kepala keluarga telah menerima manfaat dari pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh perusahaan.

Dari sisi lingkungan, fokus mitigasi risiko lingkungan difokuskan pada pencegahan Karhutla yang membutuhkan kewaspadaan bersama. TAPG menempatkan masyarakat sebagai garda terdepan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, sehingga upaya pencegahan ini menjadi kesadaran kolektif. Upaya-upaya pencegahan Karhutla yaitu melalui, sosialisasi bahaya kebakaran hutan kepada masyarakat desa binaan, pembentukan dan pelatihan rutin kelompok Tani Peduli Api (KTPA), penyediaan sarana dan prasarana pencegahan serta penanganan kebakaran, penguatan koordinasi dengan para pemangku kepentingan, serta pemberian penghargaan Desa Bebas Karhutla (DBK) bagi desa yang berhasil menjaga keamanan wilayahnya dari kebakaran. Pada tahun 2025, sebanyak 52 desa telah menerima sosialisasi program DMPA dan KTPA.

TAPG terus berkomitmen agar praktik bisnis yang dilakukan selaras dengan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sekitar di wilayah operasional untuk menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan.

Sebagai informasi, Anugerah Ekonomi Hijau digelar oleh detikcom untuk mengapresiasi perusahaan, lembaga, dan organisasi yang berkomitmen terhadap keberlanjutan. Anugerah Ekonomi Hijau diberikan kepada korporasi, lembaga, maupun organisasi yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap aspek environmental, social, and governance (ESG).

Penghargaan ini diberikan berdasarkan berbagai program yang memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat serta para pemangku kepentingan. Proses penilaian dilakukan oleh Komite Asesmen detikcom dengan menggunakan analisis kualitatif dari berbagai inisiatif dan program yang dijalankan peserta, terutama dari sisi dampak serta komitmen terhadap keberlanjutan. (ach/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini