Muhammad Awaluddin mendorong penguatan PT Jasa Raharja (Persero) dalam pengembangan ekosistem keselamatan transportasi melalui transformasi digital dan integrasi data dengan Korlantas Polri, Dukcapil, pemerintah daerah, rumah sakit, serta berbagai institusi lainnya.
Hingga Mei 2026, sebanyak 2.841 rumah sakit telah terhubung dengan sistem pelayanan PT Jasa Raharja (Persero), memungkinkan penanganan korban kecelakaan, mulai dari penjaminan biaya perawatan hingga administrasi, dilakukan secara lebih cepat dan terintegrasi. Penguatan konektivitas tersebut turut mendukung percepatan perlindungan korban, dengan rata-rata penyelesaian santunan korban meninggal dunia mencapai 1 hari 5 jam.
Hingga Mei 2026, PT Jasa Raharja (Persero) telah menyalurkan Rp1,22 triliun santunan kepada 55.617 korban kecelakaan lalu lintas dan penumpang angkutan umum. Di bawah kepemimpinannya, pemanfaatan data juga diarahkan untuk mendukung strategi keselamatan transportasi berbasis data.
Sepanjang Januari-Mei 2026, PT Jasa Raharja (Persero) menjalankan 3.354 program keselamatan transportasi, meliputi edukasi keselamatan berlalu lintas, pelatihan safety riding, pertolongan pertama gawat darurat, pemetaan daerah rawan kecelakaan, forum komunikasi lalu lintas, hingga operasi gabungan.
Integrasi data, interoperabilitas sistem, dan kolaborasi lintas institusi tersebut memperkuat keterhubungan antara pencegahan risiko, respons terhadap kecelakaan, dan perlindungan korban, sekaligus mendukung terbentuknya ekosistem keselamatan transportasi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. (ach/hns)










































