Menag: Penceramah di Lingkup ASN Harus yang Bersertifikat

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 02 Sep 2020 17:35 WIB
Aparatur Sipil Negara (ASN) yang suka menggunakan media sosial diimbau lebih hati-hati jangan sampai terpapar paham radikalisme. Tidak hanya akan diperiksa dan diberi sanksi, yang bersangkutan juga akan berhadapan dengan pihak berwenang sesuai hukum yang berlaku.
Menag Fachrul Razi (Foto: Andhika Dwi)

Terakhir, ia meminta agar semua K/L bisa menyiapkan waktu tertentu setiap untuk mengumpulkan semua ASN nya ikut Jam Pimpinan. Jam Pimpinan ini mengadopsi Jam Komandan yang diterapkan di Kepolisian dan TNI.

Jam Komandan itu adalah waktu tertentu bagi komandan mengumpulkan staf-stafnya atau anggotanya yang kemudian diberikan pembekalan tentang masalah pekerjaan, latihan dan sebagainya termasuk pembinaan mental.

"Nah saya ingin sarankan kalau bisa di PNS ini juga ada semacam waktu untuk pimpinan secara bertingkat ke bawah untuk melakukan kegiatan-kegiatan seperti ini. Saya sarankan kalau bisa 2 minggu sekali atau kalau yang sibuk-sibuknya 1 bulan sekali," imbuhnya.

"Nah pada saat jam pimpinan ini selain membicarakan tentang masalah pekerjaan apa yang perlu dilakukan lagi ke depan supaya lebih baik dan sebagainya, juga bicara tentang pembinaan mental tentang 4 pilar, tentang moderasi beragama," tambahnya.

Maksud moderasi agama di sini adalah memoderatkan cara seorang individu beragama terutama dalam bersosialisasi dengan penganut agama lain maupun sesama agama dengan pandangan yang berbeda-beda.

"Karena pada saat (mengusulkan) moderasi agama, sebagian orang langsung protes. 'Agama itu nggak perlu dimoderatkan', sudah semua kita paham, agama itu sampai akhir zaman pun tetap moderat, betul kita semua tau yang kita moderatkan bukanlah agamanya tapi cara kita beragama dalam bersosialisasi dengan pemeluk agama yang berbeda atau agama yang sama berpandangan yang berbeda. Ini bisa juga dimasukkan pada saat jam pimpinan itu," pungkasnya.

Halaman

(dna/dna)