Follow detikFinance
Jumat, 30 Mei 2014 16:41 WIB

'Mati Suri' 2 Tahun, PLTGU Tambak Lorok Akhirnya Dapat Gas Pertamina

- detikFinance
Jakarta - Setelah padam hampir 2 tahun lalu, akhirnya pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) Tambak Lorok, Semarang berkapasitas 1.033 megawatt (MW) kembali beroperasi. Ini setelah mendapatkan pasokan gas dari Lapangan Gundih-Pertamina EP sebanyak 50 miliar British thermal unit per hari (BBTUD).

Seperti diketahui, PLTGU Tambak Lorok ini terpaksa diputuskan dimatikan oleh Direktur Utama PLN saat itu Dahlan Iskan karena 'salah makan' alias menggunakan bahan bakar minyak (BBM), karena tidak adanya pasokan gas. Bila menggunakan BBM, maka negara akan rugi. Sementara jika dimatikan sebelum dapat gas, pasokan listrik di Jawa tetap aman karena beban listrik masih bisa didukung oleh pembangkit listrik lain di Jawa.

Manajer Komunikasi PT Power Indonesia Fanina Andini mengatakan, PLTGU Tambak Lorok kembali beroperasi dengan menggunakan gas sejak 12 Mei 2014.

"Untuk awalnya pasokan gas hanya sekitar 10-30 BBTUD dan secara bertahap akan mencapai full capacity 50 BBTUD," kata Fanina dalam keterangannya, Jumat (30/5/2014).

Ia menambahkan, pasokan Gas 50 BBTUD dialirkan dari lapangan Gundih-Pertamina EP melalui pipa yang dibangun dengan jarak 120 kilometer. Karena pada tahap awal pasokan gas hanya sekitar 10 BBTUD, PLTGU Tambak Lorok belum dapat mencapai beban maksimal. Selain itu terdapat beberapa mesin yang memerlukan penyesuaian dan pengetesan dengan menggunakan bahan bakar gas.

"PLTGU Tambak Lorok terdiri 2 blok, masing-masing blok terdiri dari gas turbine 3 x 109.5 Megawatt (MW) dan steam turbine 1 x 188 MW, sejak Oktober 2012 lalu dihentikan karena belum mendapat pasokan gas. Dengan beroperasinya PLTGU Tambak Lorok ini pasokan sistem Jawa Bali akan bertambah 465 MW dan penghematan sebesar Rp 292 miliar per tahun," tutup Fanina.

(rrd/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed