Follow detikFinance
Selasa, 16 Agu 2016 07:23 WIB

Menengok Pembangkit Listrik di Sungai Poso Yang Dibangun Grup Kalla

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: Muhammad Idris Foto: Muhammad Idris
Poso - Letak Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso II bisa dibilang lumayan terpencil. Butuh sekitar 6 jam perjalanan darat dari Kota Palu untuk mencapai pembangkit yang berada di Desa Sulewana, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso tersebut.

Jalan dari kabupaten Poso sendiri menuju lokasi ditempuh selama kurang lebih 2 jam, dengan jalur beraspal mulus yang menanjak dan meliuk melintasi pegunungan jalan Trans Sulawesi.

PLTA Poso II merupakan pembangkit yang dibangun dan dioperasikan oleh PT Poso Energy, salah satu anak perusahaan milik Grup Kalla di sektor energi.

Sejak selesai dibangun pada September 2012 silam, PLTA ini menjadi penopang listrik di wilayah Sulawesi Tengah. Berkapasitas 3 x 65 Mega Watt (MW), pembangkit ini memasok listrik di provinsi yang memiliki beban puncak 135 MW tersebut.

Transmisi PLTA


Menurut Direktur Poso Energy, Alimuddin Sewang, selain memasok kebutuhan Sulawesi Tengah, PLTA Poso II juga memasok listrik untuk wilayah Sulawesi Selatan sebesar 120 MW.

"Produksi listrik kita sebenarnya 195 MW dengan 3 turbin, atau 3 x 65 MW. Namun karena kontrak dengan PLN dalam setahun 845 GW (Giga Watt) setahun, maka kita hanya menyalurkan ke transmisi sebanyak itu sesuai kebutuhan," katanya, ditemui di PLTA Poso II, Selasa (16/8/2016).

Lewat transmisi yang dibangun sendiri oleh perusahaan Grup Kalla lainnya, PT Bukaka Teknik, listrik dialirkan ke jaringan transmisi Sulawesi Selatan lewat gardu Induk di Kabupaten Palopo, Sulawesi Selatan sepanjang 208 kilometer (km) dengan tegangan 275 kilovolt (kV). Sementara untuk transmisi tegang 115 kV ke Kota Palu sepanjang 32 km dibangun oleh PLN.



Alimuddin mengungkapkan, proses pengerjaan konstruksi hingga pengoperasian dilakukan sendiri. Sehingga PLTA Poso II ini merupakan pengalaman pertama bagi mereka

"Semua kami yang kerjakan oleh anak bangsa, sehingga kami sebut PLTA ini sebagai PLTA Merah Putih. Konstruksi sipil, desain, sampai pengoperasian dilakukan sendiri, mesin juga semua dibuat di dalam negeri. Otomatis hanya turbin generator dan transformer yang memang belum tersedia sehingga harus beli dari China," jelasnya.

Dia menuturkan, PLTA Poso II yang konstruksinya dibangun sejak 2012 ini menelan investasi Rp 4 triliun, yang meliputi pembebasan lahan, konstruksi sipil, dan pembangunan jaringan transmisi.

Power House PLTA Posi II


"Nilainya secara keseluruhan habis investasi Rp 4 triliun. Untuk bangun pembangkitnya sendiri sudah habis Rp 3 triliun. Transmisi kita bangun sampai Palopo, PLN bayar toll fee karena kita yang bangun jaringannya," ujar Alimuddin.

PLTA Poso II dibangun dengan membendung aliran Sungai Poso yang sumber airnya berasal dari Danau Poso, yang memiliki ketinggian 511 meter di atas permukaan air laut. (wdl/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed