BBM Subsidi Ditambah 1,8 Juta KL, Pemerintah Masih Hemat Rp 7 Triliun

BBM Subsidi Ditambah 1,8 Juta KL, Pemerintah Masih Hemat Rp 7 Triliun

- detikFinance
Kamis, 09 Des 2010 16:28 WIB
Jakarta - Pemerintah menyatakan masih menghemat anggaran Rp 7 triliun meskipun jatah kuota BBM subsidi ditambah sebanyak 1,8 juta KL di tahun ini.

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Migas Evita Legowo dalam rapat dengan Komisi VII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (9/12/2010).

"Pagu anggaran subsidi BBM di APBN-P 2010 adalah Rp 88 triliun, dengan kondisi ditambah 1,8 juta KL, maka ditambah Rp 81,1 triliun," ujar Evita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Evita, penghematan tersebut diperkirakan akan digunakan untuk anggaran subsidi BBM di tahun depan (carry over). Penghematan ini bisa diraih pemerintah sebab harga rata-rata minyak dunia sejak Januari masih di bawah asumsi perhitungan APBN-P 2010 yang sebesar US$ 80 per barel. Selain itu nilai tukar rupiah juga terus menguat bahkan sampai tembus di bawah Rp 9.000/US$.

Seperti diketahui, Komisi VII DPR menyetujui penambahan kuota BBM subsidi yang disetujui adalah 1,874,722 KL. Jumlah ini terdiri dari bensin jenis premium sebesar 1.675.769 KL, minyak tanah sebesar 1.410.235 KL, kemudian solar dan bio solar 1.609.188 KL.

Awalnya dalam APBN-P 2010 jumlah kuota BBM bersubsidi adalah sekitar 36 juta KL, namun jumlah ini diperkirakan tidak akan cukup untuk dipenuhi sampai akhir tahun karena jumlah konsumsi yang meningkat.

Namun menurut Menteri ESDM Darwin Saleh di tempat yang sama, penambahan 1,8 juta KL ini sudah wajar dilakukan. Sebab jika pemerintah tidak melakukan penghematan, jumlah konsumsi BBM bersubsidi bisa mencapai 40,1 juta KL di tahun ini.

(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads