"Yang penting memang pengawasan dan cara mengontrol agar jangan sampai terjadi ada mobil pelat kuning yang tangkinya lebih dari ukuran normal dan membeli berkali-kali sehingga di atas kapasitas tangki dan di atas kapasitas alokasi bagi pelat kuning," kata Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (17/12/2010).
Salah satu caranya, menurut Darwin, akan ada semacam sensor early warning sehingga alat itu akan berbunyi jika pembelian BBM sudah melewati batas yang ditentukan. "Tapi ini masih terlalu dini, karena saya kira akan ada beberapa modus yang memungkinkan. Tapi kita sudah mengantisipasi dan menyiapkan langkah dalam hal itu," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada prinsipnya kalau jumlahnya pembelian dibatasi itu konotasinya berbeda. Orang boleh beli berapa yang dia perlukan secara logis. Logisnya mobil pelat kuning itu berapa, orangnya berapa, sehari isi berapa, seminggu berapa," ujarnya
Menurut Darwin, hal-hal seperti itulah yang saat ini sedang dikaji dengan baik oleh pemerintah menjelang pembatasan premium tahun depan. Dengan demikian, ia berharap masyarakat tetap bisa menikmati premium namun sesuai dengan kelayakannya.
(ang/dnl)











































