Perbanyak Stok Pertamax, Pertamina Rogoh Rp 1,5 Miliar

Perbanyak Stok Pertamax, Pertamina Rogoh Rp 1,5 Miliar

- detikFinance
Rabu, 22 Des 2010 16:32 WIB
Jakarta - PT Pertamina (Persero) akan mengeluarkan dana Rp 1,5 miliar untuk menyiapkan infrastruktur depo dalam rangka kebijakan pembatasan BBM subsidi di awal April 2011. Depo ini untuk mengalihkan stok premium menjadi pertamax.

"Secara umum, infrastruktur depo untuk wilayah Jabodetabek akan siap per Januari 2011. Sedangkan kebutuhan anggaran untuk membenahi infrastruktur depo ini diestimasikan butuh dana sebesar Rp 1,5 miliar," ungkap Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan di kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (22/12/2010).

Karen menjelaskan depo yang digunakan untuk mendistribusikan BBM ke Jabodetabek ada tiga buah, yakni Depo Plumpang, Depo Cikampek, dan Depo Tanjung Gerem. Ketiga depo tersebut butuh dibenahi dan ketiganya siap per Januari 2011 nanti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk Depo Plumpang nanti akan ada relokasi tangki timbun yang disiapkan pada Desember (untuk T.5) dan Februari (untuk T.13) dengan masing-masing kapasitasnya 11.000 KL. Sedangkan tidak butuh ada penambahan meter arus di depo tersebut. Namun, dana yang dibutuhkan untuk depo ini adalah Rp 1 miliar," jelas Karen.

Karen, melanjutkan, untuk Depo cikampek dan Depo Tanjung Gerem tidak membutuhkan relokasi tangki timbun jika ada 53% premium beralih ke pertamax.

"Namun, dari kedua depo tersebut akan menambah meter arus masing-masing 6 meter arus dan 1 meter arus. Adapun dana yang dibutuhkan masing-masingnya sebesar Rp 250 juta, sehingga totalnya Rp 1,5 miliar," tutur Karen.

Untuk kapasitasnya sendiri, mengacu kepada presentasi yang disampaikan olehnya, adalah:

  • Depo Plumpang: Kapasitas premium 106.260 KL; Kapasitas pertamax 34.154 KL
  • Depo Cikamepk: Kapasitas premium 39.916 KL, Kapasitas pertamax 9.873 KL
  • Depo Tanjung Gerem: Kapasitas pertamax 33.473 KL; Kapasitas premium 9.959 KL
"Pada intinya, akan disiapkan Januari 2011 nanti dan dananya sebesar Rp 1,5 miliar untuk alihkan infrastruktur premium ke pertamax di depo tersebut," kata Karen.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads