Pemerintah Seleksi Teknologi Pembatasan BBM Subsidi

Pemerintah Seleksi Teknologi Pembatasan BBM Subsidi

- detikFinance
Rabu, 22 Des 2010 18:20 WIB
Jakarta - Saat ini pemerintah sedang menyeleksi penggunaan teknologi yang akan digunakan untuk mendukung program pembatasan konsumsi BBM subsidi yang akan diterapkan mulai awal April 2010.

Hal ini disampaikan oleh Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Adi Subagyo dalam acara sosialisasi pengaturan BBM subsidi di kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (22/12/2010).

"Sebenarnya banyak teknologi yang bisa digunakan untuk membantu antisipasi adanya penyelewengan pembatasan BBM bersubsidi nanti. Kan ada Smart Card, ada juga RFID (Radio Frequency Identification), ada juga dengan barcode, dan sebagainya." tutur Adi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adi mengatakan penggunaan teknologi tersebut akan membutuhkan waktu untuk diterapkan, dan pemerintah akan melakukan tender untuk menentukan teknologi mana yang akan dipakai.

"Nantinya akan ada arah ke sana (penggunaan teknologi) kalau waktunya cukup. Jadi kita perlu waktu yang cukup agar bisa lakukan tender dan segala macamnya." kata Adi.

Untuk sementara ini, terlepas dari penggunaan teknologi, baru dilakukan pengawasan secara visual terlebih dahulu sampai nanti ditentukan alat bantu seperti apa yang nanti dipakai untuk pengawasan BBM bersubsidi.

"Untuk masalah pemilihan teknologi, tentunya semua ada kelebihan dan kekurangannya. Yang pasti kita perlu lihat dulu, nanti kita uji coba." imbuh Adi.

Adi menjelaskan, sebagai contoh, penggunaan teknologi RFID saja perlu dipertimbangkan terlebih dahulu.

"Kan kita tahu, kalau menggunakan RFID itu kan menggunakan sinyal frekuensi. Sedangkan di SPBU belum tentu diperbolehkan, mengingat RFID ini kan menggunakan sinyal frekuensi radio, kan di perminyakan itu ada batasan frekuensi berapa yang tak boleh di perminyakan. Seperti ini saja, orang kan tak boleh pakai telepon genggam di SPBU. Nah ini apakah berpengaruh atau tidak, jadi itu (penggunaan RFID) perlu dicek dulu." ujarnya.

"Ini (RFID) kan sama saja contohnya kalau kita ke jalan tol, kita bisa masuk tanpa meunjukkan kartu, karena dengan RFID sudah bisa terbaca data dari kendaraan yang masuk ke jalan tol." imbuhnya.

Adi menambahkan apapun teknologi yang dipakai, yang penting tujuannya dapat sama-sama mengatasi adanya penyelewengan terhadap BBM bersubsidi. Selain itu, ia juga mengatakan idealnya, penggunaan teknologi ini seharusnya sudah bisa diterapkan di tengah tahun 2011 nanti.

Untuk masalah investasi yang dibutuhkan terhadap penggunaan teknologi tersebut, Adi mengatakan sejauh ini BPH Migas belum memperhitungkan biayanya, namun masih mempelajari terlebih dahulu sistem-sistemnya.

"Untuk tahap awal, yakni tahap persiapan, kita manual dulu saja (secara visual) untuk mengawasinya. Jadi nanti kita perlu evaluasi terlebih dahulu." katanya.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads