"Secara keseluruhan iklim investasi dan ekspor kita luar biasa. Itu diatas target semua, pertumbuhannya cukup bagus. Balance of trade kita juga masih bagus, positif," ujar Hatta di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (27/12/2010).
Namun, Hatta menyatakan pemerintah masih mencemaskan neraca perdagangan untuk sektor migas mengingat impor dan konsumsi yang semakin meningkat.
"Walaupun kita mencemaskan juga balance of trade untuk sektor migas. Karena konsumsi semakin meningkat, impor semakin meningkat," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kita harus melakukan dua langkah," jelasnya.
Dari segi pasokan, pemerintah berupaya meningkatkan produksi dengan membangun kilang. Sedangkan, dari segi permintaan, pemerintah akan memberlakukan penghematan.
"Langkah pertama me-manage supply, dalam arti meningkatkan produksi dan membangun kilang. Langkah kedua, me-manage demand, penghematan," katanya.
Selain itu, Hatta menyatakan pemerintah juga akan mewaspadai inflasi karena akan mengganggu sektor pertanian dan pertambangan.
"Hanya memang harus kita akui inflasi menjadi suatu tantangan tersendiri karena iklim ekstrim ini membuat terganggunya sistem distribusi, produksi, dan baik pada sektor pertanian atau pertambangan yang paling terkena pukulan. Padahal dua sektor itu menyumbangkan pertumbuhan yang cukup signifikan," jelasnya.
Selain mengantisipasi faktor-faktor yang mengkhawatirkan tersebut, pemerintah juga akan menumbuhkan sektor manufaktur.
"Kemudian manufaktur kita, tumbuh walau belum menggembirakan, belum kembali pada masa sebelum krisis 1998 dimana pertumbuhan manufaktur kita double digit, tapi trendnya sudah tumbuh, di atas sekitar 4%. Tahun 2011 kita sudah harus diatas itu lagi. Pertumbuhan yang sekarang itu mungkin sekitar 4%. Sebelumnya kan 2%. Manufaktur sangat penting karena menyerap lapangan kerja yang cukup besar," ujarnya.
Pemerintah juga akan mengembangkan industri hilir. Salah satunya, kata Hatta, dengan pemberian insentif dan disinsentif.
"Kita lihat, dari pertama, hilirisasi harus berjalan. Itulah kita membicarakan insentif dan dis-insentif soal-soal yang berkaitan dengan komoditas yang menjadi unggulan-unggulan kita, baik pertambangannya maupun dari sisi pertanian. Dalam arti luas perkebunan sawit, dan sebagainya. Dengan investasi yang besar 2 miliar dolar berarti kita mendapatkan value added, kita juga mendapatkan lapangan kerja," pungkasnya.
(nia/hen)











































