Realisasi Meleset, Target Investasi Mineral dan Batubara US$ 2,25 Miliar

Realisasi Meleset, Target Investasi Mineral dan Batubara US$ 2,25 Miliar

- detikFinance
Senin, 27 Des 2010 16:21 WIB
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) menargetkan pencapaian investasi sektor mineral dan batubara (minerba) sebesar US$ 2,251 miliar di tahun 2011. Pada tahun 2010 ini target pemerintah di sektor minerba meleset kurang dari US$ 2 miliar.

"Tahun depan kami targetkan akan mencapai US$ 2.251,62 juta. Untuk secara rinci, target investasi tersebut didapat dari KK (Kontrak Karya) sebesar US$ 1.289 juta, PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara) sebesar US$ 912 juta, dan KPΒ  (Kuasa Pertambangan) BUMN sebesar US$ 50,9 juta," kata Dirjen Minerba Kementerian Energi Sumber Daya MineralΒ  Bambang Setiawan, di kantornya Jakarta (27/12/2010).

Dikatakannya investasi tersebut perlu ditingkatkan mengingat adanya target penambahan produksi mineral dan batubara pada tahun depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau ada kenaikan produksi tentu akan ada penambahan investasi karena membutuhkan peralatan tambahan," katanya.

Bambang menambahkan bahwa nantinya kementerian ESDM berencana untuk menaikkan produksi mineral dan batubara demi menyambut pasar minerba tahun depan.

"Hampir seluruh produksi komoditi barang tambang alamai kenaikan. Bahkan, produksi timah yang hingga tahun ini diperkirakan hanya mencapai 54.646 ton, tahun depan ditargetkan akan menyentuh 95 ribu ton,"katanya.

"Bauksit juga termasuk komoditi yang produksinya ditargetkan naik hingga 8.250.000 MT, yang dari produksi tahun ini sebesar 5.150.429 mt. Batubara pun juga akan naik produksinya, yaitu dari 275 juta ton ke 375 juta ton,"tambah Bambang.

Seperti diketahui, untuk tahun ini investasi di sektor minerba justru tidak tercapai, karena baru mencapai US$ 1,865 miliar dari target awal tahun ini sebesar US$ 2,120 miliar.

Bambang sebelumnya sempat mengatakan hal ini pada acara Outlook Energy and Mining 2011 beberapa waktu lalu, bahwa sampai Desember 2010 ini target investasi diperkirakan akan tidak mencapai US$ 2 miliar.

Investasi minerba lebih banyak diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi dan rutin juga investasi untuk peningkatan kapasitas produksi.

"Walaupun target tidak tercapai, pendapatan non pajak dari sektor pertambangan naik sebesar 4,6 % dari tahun lalu, yaitu sebesar Rp 16,01 triliun, dan bila dihitung dengan pendapatan termasuk pajak dari sektor pertambangan, sumbangan sektor tambang mencapai hingga Rp 56 triliun," jelasnya.
(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads