"Berkaitan dengan kecenderungan kenaikan harga itu, pemerintah sudah mengantisipasinya. Namun saat ini sedang dilakukan koordinasi bersama terkait
dengan pertanyaan apakah kita akan mempercepat kebijakan pengaturan BBM Bersubsidi tersebut. Hal ini memang perlu mendapat ke hati-hatian karena pemerintah sedang melakukan kajian tambahan sejauh ini," kata Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh, di kantornya, Jakarta (27/12/2010).
Meskipun Darwin mengingatkan bahwa adanya kecenderungan kenaikan harga minyak mentah saat ini justru semakin memperkuat niatan pemerintah untuk perlunya menerapkan pembatasan BBM Bersubsidi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Darwin.
Dikatakannya semakin tinggi harga minyak, maka akan semakin besar pengeluaran pemerintah untuk mensubsidi BBM. Bagi pemerintah subsidi tersebut tetap diberlakukan namun hanya kepada mereka yang berhak atau berada di golongan kurang mampu.
Direktur Reforminer Institute Pri Agung mengatakan para ahli sudah sepakat bahwa pada kuartal pertama tahun depan harga minyak dunia diperkirakan akan menembus US$ 100 karena musim dingin dan kuota OPEC. Ia memperkirakan jika ini benar-benar terjadi maka harga BBM non subsidi (pertamax) di Indonesia bisa mencapai Rp 8900 per liter.
"Jika harga minyak sampai US$ 100 per barel, perhitungan kita, harga pertamax akan sampai Rp 8900. Jadi mengakibatkan adanya disparitas yang begitu tinggi (dari harga premium yang cuma Rp 4500 ke harga pertamax yg naik sampai Rp 8900), praktek pasar gelap dan penimbunan akan marak terjadi," kata Pri Agung.
(hen/hen)











































