Konsorsium Pemda NTB-BUMI Incar Sisa 7% Saham Divestasi Newmont

Konsorsium Pemda NTB-BUMI Incar Sisa 7% Saham Divestasi Newmont

- detikFinance
Selasa, 28 Des 2010 19:08 WIB
Jakarta - Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) mengharapkan agar 7% persen divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara dapat dimiliki oleh mereka.

Demikian disampaikan oleh Ketua DPRD Nusa Tenggara Barat, Lalu Sujirman pada acara konferensi pers yang diadakan di Hotel Atlet Century, Jakarta (28/12/2010).

"Sekarang sudah berjalan 24% yang sudah dijalani oleh pemda bersama konsorsium Multi Daerah Bersaing. Maka itu, sangat harapkan konsistensi bapak presiden dalam merespon kondisi ini, karena menurut saya kemandirian bangsa diawali dari kemandirian daerah," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakanΒ  saat ini royalti yang didapat terbilang masih sangat kecil. Sehingga jika adaΒ  penambahan saham yang dimiliki, akan banyak jumlah yang bisaΒ  diperoleh dari dividen saham untuk masuk ke APBD NTB.

"Sejauh ini royalti yang kita dapat adalah kisaran Rp 25-35 miliar. Sedangkan dengan dividen yang masuk ke APBD adalah berjumlah Rp 65-85 miliar," katanya.

Dikatakannya bahwa royalti per tahun yang didapat tersebut sudah dibagi dengan hitungan 32% untuk kabupaten Sumbawa sebagai daerah penghasil, 32% untuk 9 kabupaten, 20% untuk pemerintah pusat, dan 16% untuk pemerintah daerah.

Sedangkan dividen per tahun yang diterima oleh pemda yang sebesar Rp 65-85 miliar tadi didapat setelah ada pembagian dari 40% untuk pemda, 40% untuk konsorsium, serta 20% untuk KSB (Kabupaten Sumbawa Barat) atas kepemilikan saham sebesar 24% dari divestasi saham Newmont Nusa Tenggara.

"Wajar jika kami berharap atas sesuatu yang dapat mensejahterakan rakyat. Nantinya pun itu digunakan untuk percepatan infrastruktur, serta membuka lapangan pekerjaan baru, dan multiplier effect lainnya," jelasnya.

Lalu Sujirman mengatakan jika 31% saham sudah dimiliki daerah ditambah dengan 20% saham milik Pukuafu, maka jumlahnya akan 51%. Sehingga kepemilikan secara nasional sudah besar dan direncanakan untuk membuat smelter tambang di dalam negeri.

"Dengan adanya pembuatan smelter di dalam negeri kan bisa menambah kesempatan baru berupa alih teknologi bagi masyarakat NTB serta lapangan pekerjaan. Selain itu nanti akan ada kegiatan hulu dan hilir di dalam negeri dan kita bisa lihat apa yang bisa dihasilkan dari sini,"jelasnya.

"Yang pasti kami berharap agar diberikan kesempatan untuk inovasi dan berikhtiar di sini. Masalah teknisnya kita serahkan saja ke eksekutif, kita yang dari legislatif akan terus mengawasinya," tambah Lalu.

Sejauh ini, pemda NTB dan Gubernur sudah menembuskan surat kepada pemerintah pusat terkait harapan untuk mengambil sisa saham terakhir divestasi tersebut.

"Kami akan berjuang untuk lebih jauh dari tidak sekedar surat, nanti akan kami ushakan ada tindakan positif lain. Semoga tahapan terakhir divestasi 7% ini diberi ke daerah," harapnya.

Sebelumnya Menteri keuangan Agus MartowardojoΒ  mengatakan pemerintah berminat untuk mengambil sisa divestasi saham Newmont sebesar 7%.

Masalah divestasi Newmont ini sesuai kontrak karya, pemegang saham asing Newmont diwajibkan mendivestasikan 51% saham asingnya yang berjumlah 80% itu ke pihak nasional dengan jadwal paling akhir seharusnya Maret 2010.

Sebanyak 20% sudah dikuasai nasional melalui Pukuafu, sehingga Newmont mesti mendivestasikan 31% sisanya.

Jadwal divestasi 31% saham NNT sesuai kontrak karya adalah 3% Maret 2006, 7% Maret 2007, 7% Maret 2008, 7% MaretΒ  2009, dan 7% Maret 2010.

PT Multi Daerah Bersaing (MDB) sudah menguasai 24% saham divestasi dan berniat memiliki tujuh persen divestasi 2010 sisanya.

MDB merupakan perusahaan patungan PT Daerah Maju Bersama (DMB) dengan PT Multicapital yang merupakan anak usaha BUMI Resources. Sementara, DMB merupakan BUMD milik tiga pemda, yakni Pemda Sumbawa, Pemda Sumbawa Barat, dan Pemda NTB.

(nrs/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads