Pusat Investasi Pemerintah Siap Beli 7% Saham Newmont

Pusat Investasi Pemerintah Siap Beli 7% Saham Newmont

- detikFinance
Rabu, 29 Des 2010 13:01 WIB
Jakarta - Pusat Investasi Pemerintah (PIP) siap membeli sisa saham divestasi PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) sebesar 7%. Menteri Keuangan Agus Martowardojo telah menawarkan pembelian saham tersebut kepada pihak PIP dua minggu lalu.

"Pak Menteri mengatakan kepada kita untuk mempersiapkan diri mengambil yang 7% itu. Perintah yang disampaikan itu masih lisan, belum tertulis," kata Kepala PIP Soritaon Siregar saat konferensi pers di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (29/12/2010).
 
Soritaon menyatakan pihaknya sudah siap dari segi pembiayaan pembelian saham tersebut. Dia menegaskan dananya berasal sepenuhnya dari kas PIP. Saat ini, sisa modal PIP sekitar Rp 4 triliun dari modal awal pemerintah untuk instansi ini pada tahun 2010 sebesar Rp 5,5 triliun yang baru tersalurkan hingga akhir tahun sebesar Rp 1,5 triliun.

"Sudah ada (dananya) di 2010 ini,itu dana PIP. Kita sebagai operator taat dengan perintah. Kalau diperintahkan berarti sudah siap. Nggak mungkin Pak Menteri mengatakan demikian kalau belum siap. Kata prajurit siap kata komandan," tegasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data dari Ditjen Kekayaan Negara 7% saham divestasi Newmont senilai US$ 271,6 juta. Soritaon menyatakan nilai tersebut belum berarti mutlak. Pihaknya akan melakukan negosiasi lagi dengan pihak Newmont.

"Ya Due diligence lagi," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan pastikan untuk mengambil sisa divestasi saham Newmont sebesar 7%.

"Pemerintah akan mempertimbangkan untuk mengambil saham Newmont yang 7 persen itu," ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo beberapa waktu lalu.
 
Agus Marto mengatakan selain Kemenkeu, pemerintah pusat juga bisa saja menggandeng  Pusat Investasi Pemerintah (PIP) ataupun perusahaan milik pemerintah lainnya.  Hal ini, lanjutnya, masih belum diputuskan karena pemerintah tengah mengkaji lebih
lanjut  atas niatan tersebut.

"Tentu bentuknya bisa di PIP atau dalam bentuk yang bisa dijelaskan. Kemudian. ini prosesnya masih lama. Harganya belum bisa disampaikan.  Ini baru kita sebut  pemerintah, BUMN atau tidak, belum tahu. Pemerintah  pusat berminat,” ujarnya.

Ketika dikonfirmasi apakah akan menggandeng pemerintah daerah, Agus Marto menegaskan dengan kalimat yang sama yaitu pemerintah pusat yang menyatakan minatnya.

"Bahwa ini pemerintah pusat,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Direktur BMN II Ditjen Kekayaan Negara Arif Baharudin. Menurutnya, pembahasan mengenai saham Newmont ini baru sebatas rencana mengambil sisa saham tersebut sebesar 7% dengan nilai US$ 271,6 juta.
 
"Jumlah tersebut yang ditawarkan Newmont kepada tim valuasi pemerintah dan pemerintah berencana mengambil saham itu," tegasnya.

Seperti diketahui, Sesuai kontrak karya, pemegang saham asing NNT diwajibkan mendivestasikan 51 persen saham asingnya yang berjumlah 80 persen itu ke pihak
nasional dengan jadwal paling akhir seharusnya Maret 2010.

Sebanyak 20 persen sudah dikuasai nasional melalui Pukuafu, sehingga NNT mesti  mendivestasikan 31 persen sisanya.

Jadwal divestasi 31 persen saham NNT sesuai kontrak karya adalah tiga persen  Maret 2006, tujuh persen Maret 2007, tujuh persen Maret 2008, tujuh persen Maret  2009, dan tujuh persen Maret 2010.

PT Multi Daerah Bersaing (MDB) sudah menguasai 24 persen saham divestasi dan berniat memiliki tujuh persen divestasi 2010 sisanya.

MDB merupakan perusahaan patungan PT Daerah Maju Bersama (DMB) dengan PT  Multicapital, yang merupakan anak usaha Grup Bakrie. Sementara, DMB merupakan BUMD milik tiga pemda, yakni Pemda Sumbawa, Pemda Sumbawa Barat, dan Pemda NTB.

(nia/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads