bersubsidi perlu dilihat dari sisi positif.
Hal ini dikatakan olehnya ketika menghadiri acara sosialisasi rencana pembatasan BBM Bersubsidi 2011 yang diadakan di kantor Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), Jakarta (30/12/2010).
"Kita perlu lihat ini dari sisi positifnya. Setelah adanya persiapan kebijakan ini, secara sengaja dan tidak sengaja justru menimbulkan keteraturan," kata
Evita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
bersubsidi berpotensi menimbulkan keteraturan.
"Misalnya, dengan adanya kebijakan ini, dari kendaraan plat kuning jadi ketahuan bahwa selama ini ada kendaran yang berpelat kuning "bodong", maka itu
di sini ada tekanan dari pemerintah dan organ untuk menertibkan itu. Jadi dengan pengaturan BBM Subsidi ini bisa ada arah balik ke jalur yang seharusnya,"
ungkap Evita.
Selain itu, lanjut Evita, mobil berpelat hitam yang digunakan untuk usaha dan pendorong ekonomi rakyat jadi bisa didorong untuk berpindah menggunakan pelat kuning.
"Dengan UMKM sudah ada pembicaraan antara kami, Kementerian Perhubungan, Polri, dan Organda bahwa sekarang kita akan dorong mereka yang menggunakan plat
hitam untuk diusahakan supaya pindah ke pelat kuning. Itu nanti termasuk pelat hitam yang buat antar jemput, mengangkut sayur, barang, dan sebagainya. Mudah-mudahan tahun depan mereka sudah mulai bisa pindah ke kuning," ujar Evita.
"Saya juga berharap, bahwa nantinya bisa ada keteraturan juga di kepadatan lalu-lintas," tambahnya.
Evita pun sekali lagi mengatakan, bahwa kebijakan pembatasan BBM Bersubsidi ini jangan selalu dilihat dari sisi negatifnya, namun perlu dilihat pula sisi
positifnya dimana dari situ dapat dihasilkan keteraturan.
(nrs/hen)











































