Produksi Perak, Timah dan Bauksit Meleset dari Target 2010

Produksi Perak, Timah dan Bauksit Meleset dari Target 2010

- detikFinance
Jumat, 31 Des 2010 15:26 WIB
Jakarta - Tingkat produksi dan investasi kinerja sektor mineral dan batubara (minerba) tahun 2010 umumnya mengalami kenaikan. Namun hanya ada tiga komoditi mineral yang produksinya dibawah target pemerintah yaitu perak, timah dan bauksit.

"Dari segi produksi mineral, hanya terdapat tiga mineral yang realisasinya tidakΒ  mencapai target tahun 2010. Yakni, produksi untuk Perak, Timah, dan Bauksit," kata Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh pada acara refleksi 2010 di kantornya, Jumat (31/12/2010).

Berikut ini realisasi produksi mineral Indonesia selama tahun 2010:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  • Tembaga: Realisasi sebanyak 989.953 ton dari target awal 930.000 (pencapaian sebesar 106%)
  • Emas: Realisasi sebanyak 111 ton dari target awal 107 ton (pencapaian sebesarΒ  104%)
  • Perak: Realisasi sebanyak 323 ton dari target awal 355 ton (pencapaian sebesar 91%)
  • Timah: Realisasi sebanyakΒ  78.965 ton dari target awal 90.000 ton (pencapaian sebesar 87%)
  • Nikel Matte:Realisasi 78.336 ton dari target awal 77.000 ton (pencapaian sebesar 101%)
  • Ferronikel: Realisasi 17.970 ton dari target awal 15.000 ton (pencapaian sebesar 115%)
  • Bijih Nikel: Realisasi 6.561.404 ton dari target awal 6.200.000 tonΒ  (pencapaian sebesar 106%)
  • Bauksit: Realisasi 7.148.124 ton dari target awal 7.500.000 ton (pencapaian sebesar 95%)

Darwin menambahkan untuk batubaraΒ  telah mencapai jumlah produksi sebanyak 275 juta ton dari target awal 270 jutaΒ  ton di 2010 (pencapaian sebesar 102%). Untuk batubaraΒ  domestik pencapaian sudah memasuki angka 103% dengan total realisasi sebanyak 67Β  juta ton dari target awal 2010 sebanyak 64,96 juta ton.

"Untuk segi investasi, dari sektor Minerba telah menghasilkan pencapaian sebesarΒ  150%. Target tahun 2010 telah ditetapkan sebanyak US$ 2,119 miliar, namun
pencapaian investasi yang didapat adalah sebanyakΒ  US$ 3,186 miliar," imbuhnya.

Jika dilihat dari segi penerimaan negara, Darwin menyampaikan bahwa untuk penerimaan negara bukan pajak (PNPB) telah tercapai sebesar Rp 18,29 triliun atau mengalami pencapaian sebesar (120%). Lalu untuk pajak telah tercapai realisasi sebesar 48,04% dari target awal tahun 2010 sebesar 45,6% atau mengalami pencapaian sebesar 105%.

"Kami sangat sekali ingin dikritisi terhadap hasil yang dicapai melalui sektor minerba ini, agar nantinya kami bisa terpacu lagi ke depannya. Selain itu kitaΒ  tidak ingin tergantung dengan segala hal yangΒ  bersifat ekstraktif namunΒ  bagaimana caranya nanti harus bisa menciptakan proses yang memiliki nilai tambahΒ  di dalam negeri terhadap sektor ini," jelasnya.

Terkait dengan upaya peningkatan kerja sektor minerba di tahun 2011, Darwin menerangkan bahwa langkah-langkah yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:

  • Menyelesaikan renegosiasi KK & PKP2B: 31 Kontrak Karya dan 13 PKP2B.
  • Menyelesaikan proses registrasi KP (Kuasa Pertambangan) menjadi IUP (Izin Usaha Pertambangan).
  • Meningkatkan nilai tambah produk pertambangan.
  • Meningkatkan inventarisasi investasi IUP dan jasa pertambangan.
  • Menyusun regulasi pembinaan dan pengawasan teknis IUP.
(nrs/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads