Demikian disampaikan oleh Direktur Reforminer Institute Pri Agung kepada detikFinance, Senin (3/1/2011).
"Kemungkinan keseimbangan harga minyak akan berada di kisaran US$ 95-100 per barel. Dan jika ini terjadi, maka pertamax akan terus naik hingga Rp 8.100 - 8.500 per liter. Sangat memberatkan masyarakat jika kebijakan pembatasan BBM jadi diterapkan, karena masyarakat tidak lagi punya pilihan lain," tutur Pri Agung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagian besar anggota OPEC mengatakan ekonomi dunia akan bertahan dengan harga minyak US$ 100 per barel, ditambah dengan belum berakhirnya musim dingin yang ekstrem di beberapa negara dan ketidakpastian geopolitik Iran-AS, tampaknya memang akan menggerakkan harga minyak hingga US$ 100 per barel di tahun ini," papar Pri Agung.
Seperti diketahui mulai akhir kuartal I-2011, pemerintah akan mulai menerapkan kebijakan pembatasan konsumsi BBM subsidi yakni premium dan solar untuk mobil pribadi berplat hitam.
Kenaikan harga minyak dunia akan mendorong kenaikan harga jual BBM non subsidi yakni pertamax cs. Bukan hanya Pertamina, para pelaku ritel BBM asing juga menaikkan harga jual BBM-nya.
(dnl/qom)











































