Harga Pertamax Rp 8.500 Bisa Memberatkan Masyarakat

Harga Pertamax Rp 8.500 Bisa Memberatkan Masyarakat

- detikFinance
Senin, 03 Jan 2011 10:39 WIB
Jakarta - Harga minyak dunia di 2011 diproyeksi bisa menembus US$ 100 per barel. Kenaikan ini bakal terus mengerek harga jual pertamax hingga Rp 8.500 per liter dan bakal memberatkan masyarakat karena program pembatasan premium.

Demikian disampaikan oleh Direktur Reforminer Institute Pri Agung kepada detikFinance, Senin (3/1/2011).

"Kemungkinan keseimbangan harga minyak akan berada di kisaran US$ 95-100 per barel. Dan jika ini terjadi, maka pertamax akan terus naik hingga Rp 8.100 - 8.500 per liter. Sangat memberatkan masyarakat jika kebijakan pembatasan BBM jadi diterapkan, karena masyarakat tidak lagi punya pilihan lain," tutur Pri Agung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, dari informasi yang ada hingga saat ini, perekonomian global akan tumbu 3,1%, dan OPEC tidak akan menambah kuota produksinya yang sebesar 24,85 juta barel per hari.

"Sebagian besar anggota OPEC mengatakan ekonomi dunia akan bertahan dengan harga minyak US$ 100 per barel, ditambah dengan belum berakhirnya musim dingin yang ekstrem di beberapa negara dan ketidakpastian geopolitik Iran-AS, tampaknya memang akan menggerakkan harga minyak hingga US$ 100 per barel di tahun ini," papar Pri Agung.

Seperti diketahui mulai akhir kuartal I-2011, pemerintah akan mulai menerapkan kebijakan pembatasan konsumsi BBM subsidi yakni premium dan solar untuk mobil pribadi berplat hitam.

Kenaikan harga minyak dunia akan mendorong kenaikan harga jual BBM non subsidi yakni pertamax cs. Bukan hanya Pertamina, para pelaku ritel BBM asing juga menaikkan harga jual BBM-nya.
(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads