PTBA Tambah Pasokan Batubara ke PLN 1,5 Juta Ton

PTBA Tambah Pasokan Batubara ke PLN 1,5 Juta Ton

- detikFinance
Selasa, 04 Jan 2011 08:34 WIB
PTBA Tambah Pasokan Batubara ke PLN 1,5 Juta Ton
Jakarta - PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) akan menambah pasokan batubara ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebanyak 1,5 juta ton. Penambahan ini akan melengkapi suplai sebelumnya sebanyak 8 juta ton, untuk kebutuhan pembangkit listrik PLN.

"Ke PLN ada tambahan pasokan 1,5 juta ton. Jd 9 juta ton, dari sebelumnya 8 juta," jelas Direktur Utama PTBA Soekrisno saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD Jakarta, Senin (3/1/2011) malam.

BUMN tambang ini memperkirakan produksi batubara perseroan tahun 2010 akan tumbuh 9% dibandingkan periode sebelumnya. Sementara penjualan, akan meningkat 7%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dana segar Rp 1,8 triliun siap dikeluarkan perseroan tahun 2011 untuk belanja modal (capital expenditure). Seluruh dana diambil dari kas internal, dan sebagian besar diperuntukkan sebagai pembangunan proyek yang sudah mulai jalan seperti proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Banjar Sari (2x100 MW), dan proyek pembangunan jalur kereta api sepanjang 308 km yang dikerjakan oleh anak usaha PTBA, Bukit Asam Trans Pacific Railway.

"Untuk Trans Pasific kita saat ini fokus dalam strategi pembebasan lahan di jalur seluas 307 km," tambahnya.

Terkait akuisisi tambang batubara baru yang gagal dilakukan tahun 2010, PTBA akan bergerilya kembali untuk mendapatkan setidak-tidaknya 2 lahan baru. Dana akuisisi juga telah disiapkan perseroan, meskipun proses pembayaran dilakukan secara tidak langsung (non cash). Tambang yang dibidik, di luar dua tambang yang sudah memasuki tahap due dilligence.

"Akuisisi kan nggak langsung selesai. Kita coba lagi. 2011 kita masih survei-survei. Tidak hanya kandungan, akuisisi tambang juga harus mempertimbangkan infrastrukturnya gimana," paparnya.

"Kita harus memastikan secara hukum supaya tidak tumpang tindih. Targetnya cari kalori up to 5.000 kal. Target secepatnya. Lokasi seluruhnya ada di Kalimantan," ucap Sukrisno beberapa waktu lalu.

(wep/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads