YLKI Minta Pertamina Asuransikan Semua Pengguna Elpiji

YLKI Minta Pertamina Asuransikan Semua Pengguna Elpiji

- detikFinance
Selasa, 04 Jan 2011 12:59 WIB
Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta Pertamina untuk memberikan asuransi kepada semua masyarakat pengguna elpiji. Sehingga masyarakat merasa nyaman untuk menggunakan elpiji dan program konversi jadi sukses.

Hal ini disampaikan oleh Pengurus harian YLKI Tulus Abadi dalam acara 'Refleksi Akhir Tahun Konversi Mitan Elpiji 3 Kg' di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (4/1/2011).

"Tahun 2010 adalah tahunnya gas elpiji karena dari awal hingga pertengahan tahun kita disibukkan oleh kasus gas elpiji. Setidaknya tercatat 30 kasus yang berhubungan dengan konversi minyak tanah ke gas elpiji. Kasusnya bermacam-macam, mulai dari ledakan tabung hingga pengurusan asuransi setelah ledakan," ungkap Tulus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tulus mengatakan, saat ini Pertamina hanya memberikan asuransi kepada pengguna paket perdana konversi elipiji 3 kg. Sementara bagi masyarakat yang tidak menggunakan paket perdana elpiji tidak memperoleh ganti rugi. Karena itu YLKI mendesak Pertamina memberikan ganti rugi kepada semua korban elpiji meskipun dalam jumlah uang yang berbeda.

Di tempat yang sama, Deputi Bidang Informasi dan Pemasyarakatran Standardisasi BSN (Badan Standradisasi Nasional), Dewi Ojar Komala mengatakan paket perdana elpiji 3 kg yang diberikan pemerintah ke masyarakat semuanya sudah memiliki SNI. Namun masyarakat di lapangan seringkali tidak membeli aksesoris tabung yang memiliki SNI.

Tulus menambahkan yang perlu disosialisasikan bukan hanya infrastruktur tabung yang ber-SNI, tetapi juga tentang kemantapan infrastruktur dapur yang dapat mendukung penggunaan gas elpiji.

"Yang perlu disosialisasikan bukan hanya infrastruktur tabung yang ber-SNI, tetapi juga infrastruktur dapur. Setidaknya di dalam dapur harus ada ventilasi yang cukup, dalam hal ini bukan jendela, tetapi ventilasi yang ada di bawah," ungkap Tulus.

Ia menambahkan bahwa ventilasi di bawah dimaksudkan untuk regulasi udara pada saat terjadi kebocoran gas. Hal ini dikarenakan gas elpiji hanya bisa naik hingga 30-40 cm dari atas tanah. Jika telah ada ventilasi, maka akan bisa meminimalisir ledakan.  Ditambahkan pula bahwa perilaku konsumen dan pengecer harus dicerdaskan agar kasus serupa tidak terjadi.

Irsan Thaslimie sebagai Project Manager Edukasi dan Sosiaslisasi Konversi Elpiji 3 kg mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang akan dikonversi dari minyak tanah ke elpiji.

"Untuk edukasi masyarakat lebih difokuskan ke lapangan, dengan cara praktek langsung. Selain penyuluhan, kegiatan EDSOS juga didukung dengan pemuatan iklan di media elektronik, baik radio, televise, dan bentuk publikasi lainnya," ungkap Irsan.

Irsan juga menambahkan bahwa kegiatan edukasi ini juga telah dilakukan dengan menggandeng ibu-ibu PKK dan anak sekolah dari SMP ke atas. Hal ini dikarenakan ibu-ibu yang bermukim di desa tingkat pendidikannya masih rendah, sehingga ada inisiatif untuk mensosialisasikan ke anak sekolah. Dari si anak, diharapkan dapat mengajarkan orang tuanya bagaimana cara memakai tabung gas dan perlengkapannya dengan benar.

“Pemda sangat menentukan program edukasi ini. Hal ini dilakukan hingga ibu-ibu PKK dan Anak sekolah. DIharapkan dengan adanya edukasi ini masyarakat bisa menggunakan tabung dan perlengkapannya dengan benar,” pungkasnya.

(nin/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads