Demikian disampaikan dalam situs Ditjen Migas Kementerian ESDM yang dikutip, Selasa (4/1/20110.
Peningkatan harga minyak mentah Indonesia tersebut, menurut Tim Harga Minyak Indonesia, sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional yang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu musim dingin yang ekstrem sejak awal Desember 2010 di sejumlah wilayah di belahan bumi bagian utara (Eropa, AS, dan Kanada) yang berdampak pada peningkatan konsumsi produk minyak terutama heating oil, sehingga meningkatkan permintaan minyak mentah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, meningkatnya perkiraan minyak mentah dunia oleh beberapa analis pasar minyak yaitu IEA, EIA, dan OPEC. International Energy Agency (IEA) dalam laporan Desember 2010 memperkirakan permintaan minyak global di 2010 sebesar 87,4 juta barel per hari, meningkat sebesar 2,5 juta barel per hari (2,9%) dibandingkan tahun 2009, yang dihasilkan dari peningkatan permintaan negara-negara Non OECD serta kembali menguatnya permintaan negara-negara OECD.
Sementara Energy Information Administration (EIA) AS dalam laporan Desember memperkirakan konsumsi minyak dunia tumbuh 2 juta barel per hari pada tahun 2010 atau hampir dua kali lipat tingkat penawaran minyak mentah dari negara-negara di luar OPEC yang berakibat meningkatnya permintaan minyak mentah OPEC dan penurunan persediaan minyak global.
OPEC dalam laporan bulan Desember 2010 merevisi perkiraan pertumbuhan permintaan minyak dunia untuk tahun 2010 yang meningkat sebesar 1,5 juta barel per hari (1,6%) menjadi 85,9 juta barel per hari dibandingkan tahun 2009, yang dihasilkan dari peningkatan yang melebihi perkiraan pada aktivitas ekonomi yang didukung oleh stimulus di negara-negara OECD.
"Membaiknya perekonomian AS yang antara lain tercermin dari laporan Departemen Kerja AS bahwa terjadi penurunan klaim tunjangan pengangguran sekitar 4%, juga meningkatkan harga minyak dunia," tambah Tim Harga Minyak Indonesia.
Untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah selain disebabkan faktor-faktor tersebut, juga dipengaruhi oleh berkurangnya kekhawatiran pasar atas melambatnya pertumbuhan ekonomi China, setelah pemerintah China memutuskan untuk tidak menaikkan tingkat suku bunga yang berlaku.
Selengkapnya harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional di Desember 2010 dibandingkan November 2010, sebagai berikut:
- WTI (Nymex) naik sebesar US$ 4,89 per barel dari US$ 83,34 per barel menjadi US$ 89,23 per barel.
- Brent (ICE) naik sebesar US$ 6,09 per barel dari US$ 86,16 per barel menjadi US$ 92,25 per barel.
- Tapis (Platts) naik sebesar US$ 5,98 per barel dari US$ 89,98 per barel menjadi US$ 95,96 per barel.
- Basket OPEC naik sebesar US$ 5,66 per barel dari US$ 82,83 per barel menjadi US$ 88,49 per barel.
(dnl/qom)











































