Kepala Pusat Kebijakan APBN Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, dari anggaran subsidi BBM 2010 Rp 88,9 triliun, realisasinya adalah 92,6%.
"Komposisi BBM itu kan realisasinya 92,6%. Untuk BBM dan BBN terealisasi Rp 61,4 triliun, targetnya Rp 74,6 triliun. Sedangkan elpiji sebesar Rp 15 triliun, realisasinya Rp 15 triliun," jelasnya di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Selasa (4/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain harga minyak, penguatan nilai tukar rupiah yang terjadi sepanjang 2010 juga menjadi pendorong penghematan anggaran subsidi BBM ini.
Dalam asumsi perhitungan APBN-P 2010, nilai tukar rupiah rata-rata sepanjang 2010 adalah Rp 9.200/US$, sementara realisasinya adalah Rp 9.087/US$. (nia/dnl)











































