Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (5/1/2011).
"Tidak..tidak...," jawabnya ketika ditanya apakah akan pemerintah menaikkan BBM subsidi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap kenaikan dolar ada tambahan pendapatan, ada tambahan pengeluaran. Tapi ini kelihatannya ada tambahan pengeluaran. Kelihatannya tambahan pengeluarannya lebih besar daripada penerimaannya," kata Agus.
Agus menyatakan pihaknya akan melakukan tindakan antisipasi dan evaluasi terhadap kenaikan harga ini. "Kita pernah mengalami hal ini tahun 2008 dan kita sudah punya sistem untuk mengatasinya," jelasnya.
Seperti diketahui, harga minyak mentah dunia pada Senin (3/1/2011) sempat mencapai titik tertingginya, dengan minyak light sweet menembus US$ 92,10 per barel, atau tertinggi sejak Oktober 2008. Sementara minyak Brent menembus US$ 96,17 per barel, tertinggi dalam 2 tahun terakhir.
Namun pada perdagangan Rabu (5/1/2011), harga minyak kembali surut di bawah US$ 90 per barel. Pada perdagangan di pasar Singapura, minyak light sweet turun 15 sen menjadi US$ 89,23 per barel dan minyak Brent turun 23 sen menjadi US$ 93,30 per barel.
Sedangkan realisasi ICP dalam APBN-P 2010 sebesar US$ 79,39 per barel. Untuk Desember, ICP sudah mencapai US$ 91 per barel.
(nia/dnl)











































