PLN 'Minum' 9,1 Juta KL BBM di 2010

PLN 'Minum' 9,1 Juta KL BBM di 2010

- detikFinance
Rabu, 05 Jan 2011 17:45 WIB
Jakarta - PT PLN (Persero) mengakui belum bisa menekan konsumsi BBM secara signifikan karena pasokan gas yang kurang. Sepanjang 2010, PLN telah mengkonsumsi BBM sebanyak 9,1 juta kiloliter (KL) dari target 9,2 juta KL.

Demikian disampaikan oleh Direktur Energi Primer PLN Nur Pamudji saat ditemui di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Rabu (5/1/2010).

"Realisasi konsumsi BBM oleh PLN untuk tahun 2010 adalah sebanyak 9,1 juta KL. Tadinya target semula kita tetapkan sebanyak 6,4 juta KL, namun di bulan April kita revisi targetnya menjadi 9,2 juta KL," kata Nur Pamudji.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nur Pamudji menjelaskan terjadinya penambahan jumlah target konsumsi BBM yang dilakukan melalui revisi pada April 2010 terjadi karena adanya pengurangan pemakaian gas di pembangkit Muara Tawar.

Selain itu, lanjutnya di April lalu juga diamati adanya kemungkinan COD (Commercial On Date) batubara pada beberapa PLTU yang mengalami kemunduran. "Dengan adanya hal ini, maka itu kita merevisi target konsumsi BBM oleh PLN hingga 9,2 juta KL," tuturnya.

"Kalau pemakaian batubara, realisasi 2010 kemarin pemakaiannya sudah mencapai 34,2 juta ton," tambah Nur Pamudji.

Dia menyampaikan, di 2011 pemakaian batubara akan ditargetkan sebanyak 50 juta ton didukung dengan adanya penyelesaian beberapa proyek PLTU pada tahap I yang sudah rampung.

"Tahun 2010 kemarin, kita menargetkan pemakaian batubara sebanyak 38 juta ton. Namun karena masih ada beberapa proyek PLTU tahap I tadi belum selesai, makanya pemakaian tahun kemarin tidak mencapai target," imbuhnya.

Terkait adanya perkirakan membengkaknya subsidi akibatnya melonjak harga BBM (akibat pengaruh harga minyak mentah dunia) belakangan ini, Nur Pamudji mengatakan angkanya masih perlu menunggu hasil audit dari BPK.

"Kalauy terkait masalah subsidi, nanti kita menunggu dari BPK saja yang mengaudit." kata Nur Pamudji.

(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads