Hal ini disampaikan oleh Pengamat Perminyakan Kurtubi kepada detikFinance, Kamis (6/1/2011).
"Di Indonesia, jenis pertamax 100% diserahkan kepada mekanisme pasar yang dipengaruhi oleh perkembangan harga minyak dunia. Seperti sekarang pertamax naik dari Rp 7.050 menjadi Rp 7.500. Nah di Malaysia, bensin sejenis pertamax yang oktannya 92 itu lebih murah," tegas Kurtubi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Malaysia itu ron 91 masih disubsidi. Kalau Indonesia itu tidak disubsidi dan diserahkan kepada pelaku usaha yang mengikuti harga minyak dunia dan mekanisme pasar. Jadi pemerintah tidak ikut campur menentukan harga pertamax," kata Kurtubi.
Kurtubi mengatakan mahalnya harga pertamax di Indonesia bukan karena tidak efisiennya Pertamina. "Jadi bukan itu, namun karena kita tidak disubsidi," jelas Kurtubil.
Ia memperkirakan harga pertamax di tahun ini bisa menembus Rp 9.000 per liter karena tingginya harga minyak yang akan terus terjadi.
Harga minyak mentah dunia memang akhir-akhir ini terus melambung menembus level psikologis US$ 90 per barel. Pada perdagangan Kamis di pasar Asia, harga minyak light sweet pengiriman Februari tercatat naik 4 sen ke level US$ 90,34 per barel. Namun minyak Brent turun 21 sen menjadi US$ 95,29 per barel. (dnl/qom)











































