Malaysia Subsidi 'Pertamax', RI Tak Mau Ikutan

Malaysia Subsidi 'Pertamax', RI Tak Mau Ikutan

- detikFinance
Senin, 10 Jan 2011 11:25 WIB
Malaysia Subsidi Pertamax, RI Tak Mau Ikutan
Jakarta - Meskipun bensin sejenis pertamax beroktan 92 ke atas masih disubsidi di Malaysia, pemerintah Indonesia tak mau ikutan. Bahkan pemerintah tetap ngotot dengan kebijakan pembatasan BBM subsidi mulai akhir kuartal I-2011.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pertamax tetap tidak masuk sebagai bensin berkatagori subsidi di Indonesia.

"Pertamax memang bukan masuk katagori yang diberikan subsidi," jelas Hatta usai rapat kerja tentang pelaksanaan program pembangunan tahun 2011 di JCC, Senayan, Jakarta, Senin (10/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hatta mengatakan, selama ini pemerintah telah mengeluarkan dana yang cukup besar untuk subsidi. Selama lima tahun terakhir (2006-2010), pemerintah telah mengeluarkan anggaran subsidi BBM sebesar Rp 413,2 triliun.

"Yang jelas kita masih memberikan yang cukup besar selama ini untuk subsidi. Jadi kita tetap akan mengurangi. Kita tetap memberikan perlindungan," kata Hatta.

Jadi ke depan tidak ada lagi subsidi yang akan dinikmati orang kaya? "Masak orang kaya disubsidi," tegas Hatta.

Seperti diketahui, di Malaysia bensin yang disubsidi pemerintah kualitas oktannya adalah 95 (sejenis pertamax plus), masih ada yang beroktan 92 (sejenis dengan pertamax) di beberapa wilayah rural. Sedangkan bensin yang disubsidi pemerintah di Indonesia adalah premium yang beroktan 88.

Karena itu tak heran jika harga bensin sejenis pertamax atau pertamax plus di Malaysia jauh lebih murah dibandingkan di Indonesia.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads