Sudah berjalan satu bulan sejak pertengahan Desember 2010, gas elpiji di Pekanbaru mulai langka. Sejumlah pengecer tabung gas mengaku sudah tidak mendapat pasokan dari pihak distributor.
Kini akibat kelangkaan itu, harga tabung gas kini melonjak tinggi. Bila sebelumnya harga eceran hanya Rp 80 ribu, kini harganya Rp 120 ribu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beruntung bagi Ibu Yanti masih bisa mendapatkan gas elpiji walau harganya meroket. Sedangkan pengakuan Ny Rosana, sudah sepekan ini tabung gasnya habis. Warga Kecamatan Tampan, Pekanbaru ini mengaku, sudah berusaha mencarinya kemana-mana. Namun usahanya sia-sia saja.
"Sudah letih mencari tabung gas 12 kg, tapi tak dapat juga. Akhirnya saya harus mengeluarkan dana ekstra untuk beli tabung gas 3 kg. Saya sebenarnya merasa tidak nyaman pakai tabung 3 kg ini, takut meledak," cerita Ny Rosana.
Kelangkaan gas elpiji 12 kg ini, akhirnya memaksa masyarakat untuk menggunakan tabung yang mini. Satu sisi masyarakat masih tromatik untuk menggunakan tabung kecil itu karena terlalu banyak kasus yang meledaknya.
"Kita sudah sering nonton di TV tabung gas 3 kg sering meledak. Makanya saya sendiri walau gas sudah habis tidak berani gunakan tabung gas itu. Biarlah sementara ini saya masak pakai kompor minyak tanah," kata Ny Evi Sudariati warga lainnya.
Sementara itu, Sales Representatif Elpiji, Pertamina Wilayah Riau-Kepri, Ispa Hani yang dicoba dikonfirmasi detikFinance belum sempat menjelaskan secara rinci soal kelangkaan yang terjadi.
"Mohon maaf, saya lagi rapat," kata Ispa Hani.
(cha/dnl)










































