Kejar Target 2 Juta Pelanggan, PLN Sediakan Voucher Prabayar di 30.000 ATM

Kejar Target 2 Juta Pelanggan, PLN Sediakan Voucher Prabayar di 30.000 ATM

- detikFinance
Selasa, 11 Jan 2011 08:42 WIB
Jakarta - PT PLN (Persero) berambisi menambah 2 juta pelanggan listrik prabayar di 2011. Untuk mempermudah layanan pelanggan listrik prabayar itu, PLN menggaet sejumlah bank nasional untuk menyediakan voucher listrik di 30.000 ATM.

"Sebanyak 30.000 unit Anjungan Tunai Mandiri (ATM) siap melayani pembelian setrum isi ulang," ujar Bambang Dwiyanto, Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN, dalam siaran persnya yang diterima detikFinance, Jakarta, Senin (11/1/2010).

Beberapa bank yang bekerjasama dengan PLN untuk melayani pembelian setrum isi ulang ini diantaranya adalah Bukopin, BCA, BRI, Mandiri, BPR-KS, NSIP, CIMB Niaga, BTN, Danamon, Bank Artha Graha, Bank Panin, dan beberapa bank nasional lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selain melalui ATM, pembelian setrum isi ulang LPB ini juga dapat dilakukan melalui teller di masing-masing kantor bank bersangkutan. Termasuk pula di loket kantor Pos," tambah Bambang.

Bahkan, menurutnya, beberapa bank tersebut juga melayani pembelian setrum isi ulang melalui fasilitas internet banking dan mobile banking.

"Kemudian, pelanggan listrik prabayar juga dapat membeli setrum isi ulang melalui loket-loket pembayaran listrik online yang tersebat di sekitar lokasi pelanggan. Nantinya, pelanggan dapat membeli setrum isi ulang tersebut dengan nominal Rp 20.000 samai Rp 1.000.000 tergantung kebetuhan dan anggaran tiap-tiap pelanggan," jelas Bambang.

Bambang menambahkan, listrik prabayar ini merupakan salah satu program dari PLN. Sejak tahun 2010 jumlah pelanggan listrik prabayar ini sudah bertambah lebih dari 800.000 pelanggan.

"Untuk tahun 2011, PLN akan menargetkan tambahan pelanggan listrik prabayar sebanyak 2 juta pelanggan," ucapnya.

Ia mengharapkan, untuk target tahun 2011 ini agar supaya tercapai karena didukung dengan adanya kerjasama melalui beberapa bank-bank nasional yang sudah disebutkan sebelumnya.

(nrs/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads