"Setiap ada kenaikan TDL dan BBM itu pasti memberikan dampak ke dunia usaha yakni ke biaya operasi ini jadi keprihatinan kita semua," ujar Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Suryo Bambang Sulistyo ketika ditemui di Menara Kadin, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Selasa (11/1/2011).
Menurutnya, sebagai perwakilan dunia usaha pihaknya akan berkonsultasi dengan segenap asosiasi yang bernaung dibawah Kadin untuk mencari dampak langsung akibat kenaikan TDL industri ini. "Sesama asosiasi kita bahas ini lebih mendalam dan kita sampaikan langkah-langkah serta usulan ke pemerintah," tegas Suryo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah memperkirakan sebenarnya, namun akan dilakukan pembahasan dulu bersama teman-teman baiknya bagaimana," jelasnya.
Seperti diketahui Juli 2010 lalu pelaku industri dan bisnis mendapat kebijakan kenaikan TDL dengan pola cappingΒ maksimal 18%. Kemudian pada periode 1 Oktober 2010 pelanggan listrik bisnis seperti mal, hotel, perkantoran telah lebih dahulu dicabut batas kenaikan capping 18% sementara untuk pelanggan industri tetap memakai pola capping. Namun per Januari 2011, tidak capping sehingga terjadi kenaikan TDL industri di atas 18% atau tepatnya sekitar 20-30%.
(dru/ang)











































