Kadin Kecewa Pemerintah Naikkan Tarif Listrik Industri

Kadin Kecewa Pemerintah Naikkan Tarif Listrik Industri

Herdaru Purnomo - detikFinance
Selasa, 11 Jan 2011 13:49 WIB
Kadin Kecewa Pemerintah Naikkan Tarif Listrik Industri
Jakarta - Para pengusaha menyayangkan adanya kebijakan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) akibat pencabutan capping. Pengusaha mengaku prihatin dengan adanya kenaikan TDL industri sampai 20-30%.

"Setiap ada kenaikan TDL dan BBM itu pasti memberikan dampak ke dunia usaha yakni ke biaya operasi ini jadi keprihatinan kita semua," ujar Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Suryo Bambang Sulistyo ketika ditemui di Menara Kadin, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Selasa (11/1/2011).

Menurutnya, sebagai perwakilan dunia usaha pihaknya akan berkonsultasi dengan segenap asosiasi yang bernaung dibawah Kadin untuk mencari dampak langsung akibat kenaikan TDL industri ini. "Sesama asosiasi kita bahas ini lebih mendalam dan kita sampaikan langkah-langkah serta usulan ke pemerintah," tegas Suryo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih jauh Ia mengungkapkan kalangan dunia usaha sebenarnya telah memperkirakan adanya kenaikan TDL industri akibat pencabutan capping. Namun, Suryo belum mendapatkan membahas lebih jauh antar sesama asosiasi dunia usaha.

"Kita sudah memperkirakan sebenarnya, namun akan dilakukan pembahasan dulu bersama teman-teman baiknya bagaimana," jelasnya.

Seperti diketahui Juli 2010 lalu pelaku industri dan bisnis mendapat kebijakan kenaikan TDL dengan pola cappingΒ  maksimal 18%. Kemudian pada periode 1 Oktober 2010 pelanggan listrik bisnis seperti mal, hotel, perkantoran telah lebih dahulu dicabut batas kenaikan capping 18% sementara untuk pelanggan industri tetap memakai pola capping. Namun per Januari 2011, tidak capping sehingga terjadi kenaikan TDL industri di atas 18% atau tepatnya sekitar 20-30%.

(dru/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads