Harga Minyak Kembali 'Mengamuk'

Harga Minyak Kembali 'Mengamuk'

- detikFinance
Rabu, 12 Jan 2011 07:07 WIB
Harga Minyak Kembali Mengamuk
New York - Harga minyak mentah dunia kembali 'mengamuk' menembus level US$ 90 per barel. Investor dibuat khawatir oleh masalah pasokan akibat adanya penutupan jaringan pipa Trans Alaska.

Pada perdagangan Selasa (11/1/2011), minyak light sweet melonjak 1,86 dolar ke level US$ 91,11 per barel. Di London, minyak Brent juga melonjak 1,91 dolar menjadi US$ 97,61 per barel yang merupakan level tertinggi sejak 1 Oktober 2011.

Seperti diketahui, pipa sepanjang 1.300 kilometer di Trans Alaska itu 'menguasai' 12% dari produksi minyak di AS. Pipa itu mengalirkan 630.000 hingga 650.000 barel minyak mentah yang diproduksi di kawasan Arctic ke pelabuhan Valdez untuk selanjutnya dikapalkan ke daratan AS. Dan pipa itu kini harus ditutup selama 4 hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada beberapa ketidakpastian yang menyelimuti masalah kerusakan pipa di Alaska. Belum ada klarifikasi tentang kapan masalah itu akan terselesaikan," ujar Matt Smith dari Summit Enery seperti dikutip dari AFP, Rabu (12/1/2011).

Smith mengatakan, cadangan minyak AS secara umum masih cukup kuat, namun kurangnya informasi tentang seberapa lama pipa itu akan tetap ditutup akhirnya mempengaruhi harga.

"Sampai kami mendapatkan klarifikasi yang lebih tentang masalah itu, maka harga akan menuju ke premium," imbuhnya.

Sementara Lembaga Informasi Energi AS mengeluarkan proyeksinya untuk 2011, dengan memperkirakan harga minyak mentah akan mencapai rata-rata mencapai US$ 93 barel.

"EIA memperkirakan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) rata-rata akan mencapai US$ 93 per barel di 2011, lebih tinggi 14 dolar dibandingkan rata-rata tahun lalu," demikian rilis dari lembaga tersebut.

Untuk tahun 2012, EIA memperkirakan harga WTI juga akan terus meningkat dengan rata-rata proyeksi harga mencapai US$ 99 per barel pada kuartal IV-2012.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads