Hal ini disampaikan oleh Manajer Senior Komunikasi Korporat Bambang Dwiyanto dalam siaran persnya, Rabu (12/1/2011).
"Sebuah target tinggi yang menantang dan membutuhkan kerja keras. Sebab pemadaman listrik tidak selalu merupakan gangguan teknis. Faktor alam seperti hujan deras, sambaran petir, pohon tumbang, tanah longsor, dan gangguan alam lainnya merupakan hal yang jelas-jelas di luar kendali manusia yang dapat menggangu pasokan listrik," tutur Bambang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Bambang, angka-angka tersebut berubah drastis pada 2010. Sebanyakj 36 kota/area sudah berhasil mencapai standar internasional dengan jumlah pemadaman maksimal 9 kali per pelanggan per tahun. Bahkan di kota/area Bali Utara angka pemadaman hanya sekali per pelanggan per tahun.
"Berturut-turut Gresik, Malang, Bali Timur, Surabayar Utara, Pasuruan angka pemadamannya 2 kali per pelanggan per tahun. Untuk area Kramatjati dan Jatinegara, pemadaman hanya terjadi 3 kali per pelanggan per tahun. Sementara untuk area Gambir dan Priok 4 kali per pelanggan per tahun," tuturnya.
Di 2011, PLN masih terus berperang melawan pemadaman. Sebanyak 3 kota/area di Jawa-Bali di 2010 yang angka pemadamannya masih di atas 20 yaitu Pamekasan, Banten Selatan, Sukabumi harus sudah menjadi paling banyak 9 kali per pelanggan per tahun.
"Sedangkan untuk 14 kota/area di Jawa- Bali di 2010 yang angka pemadamannya antara 9-20 kali, maksimal angka pemadamannya menjadi 9 kali per pelanggan per tahun. Bila seluruh kota/area se-Jawa-Bali telah mencapai target tersebut maka listrik di Jawa-Bali sudah mencapai standar internasional," tukas Bambang.
(dnl/qom)











































