Pada perdagangan Kamis (13/1/2011) di pasar Singapura, minyak light sweet pengiriman Februari naik 22 sen menjadi US$Β 92,08 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman Februari juga naik 24 sen menjadi US$ 98,36 per barel.
"Anjloknya cadangan minyak mentah sangat suportif untuk berlanjutnya reli harga minyak," ujar Victor Shum, senior prinsipal dari konsultan energi Purvin and Gertz seperti dikutip dari AFP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Commonwealth Bank of Australia dalam laporannya menyatakan, permintaan minyak didorong oleh kebutuhan minyak pemanas akibat badai salju yang melanda sebagian wilayah AS. Badai salju kedua telah menerpa sebagian kawasan Timur Laut sehingga menyebabkan ratusan penerbangan ditunda.
(qom/dnl)











































