Akan tetapi Direktur Utama PLN Dahlan Iskan mengaku pasrah dan menikmati keadaan tersebut. "Dinikmati saja, kejepit kan kadang-kadang enak. Kita kan bawahan, masak melawan," kata Dahlan saat dihubung wartawan di Jakarta, Kamis (13/1/2011).
Dahlan mengatakan, saat ini dirinya tak mau menghabiskan energi banyak soal capping tersebut. Karena menurutnya yang membahayakan PLN saat ini adalah soal gejolak harga batubara yang terjadi karena tingginya harga batubara internasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dahlan pun juga geram dengan belum lancarnya pasokan gas dan batubara ke PLN yang menyebabkan melonjaknya biaya operasi karena masih harus menggunakan BBM. "Aku bisa darah tinggi kalau ditanya itu," jelasnya.
Seperti diketahui Juli 2010 lalu pelaku industri dan bisnis mendapat kebijakan kenaikan TDL dengan pola cappingΒ maksimal 18%. Kemudian pada periode 1 Oktober 2010 pelanggan listrik bisnis seperti mal, hotel, perkantoran telah lebih dahulu dicabut batas kenaikan capping 18% sementara untuk pelanggan industri tetap memakai pola capping.
Namun per Januari 2011, tidak capping sehingga terjadi kenaikan TDL industri di atas 18% atau tepatnya sekitar 20-30%.
(dnl/qom)











































