OPEC Tak Sudi Tanggapi Spekulan Minyak

OPEC Tak Sudi Tanggapi Spekulan Minyak

- detikFinance
Minggu, 16 Jan 2011 16:14 WIB
OPEC Tak Sudi Tanggapi Spekulan Minyak
Wina - Organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) siap bereaksi jika ada kekurangan suplai yang menyebabkan harga meroket. Namun OPEC tidak akan bereaksi jika lonjakan harga terjadi karena ulah spekulan minyak.

Sekjen OPEC, Abdullah al-Badri mengaku pihaknya memonitor harga minyak dengan sangat cermat.

"OPEC akan melakukan intervensi untuk menstabilisasi pasar jika pasar tidak berumbang. OPEC tidak akan mengintervensi karena ulah spekulan," ujar al-Badri kepada harian Austria, Wirtschaftsblatt seperti dikutip dari Reuters, Minggu (16/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koran tersebut menuliskan, Badri menilai lonjakan harga minyak mentah dunia akhir-akhir ini terutama disebabkan karena aksi spekulasi. Namun tidak diberikan penjelasan lebih lanjut apa alasan Badri mengenai pernyataannya itu.

Harga minyak mentah dunia akhir-akhir ini terus melonjak, bahkan minyak Brent sudah semakin dekat ke US$ 100 per barel. Pada perdagangan Jumat (14/1/2011), minyak light sweet pengiriman Februari naik 14 sen ke level US$ 91,54 per barel.

"Minyak light menembus titik terendah baru pada US$ 90,10 pare barel kemudian mengalami reli. Jika Brent menembus US$ 100, maka kita akan mencoba membuat titik tertinggi baru," ujar Rich Ilczyszyn dari Lind-Waldock seperti dikutip dari AFP.

Minyak Brent pengiriman Februari sempat menembus US$ 99,20 per barel dalam pergerakan yang bergejolak dan tipis. Ini adalah level harga tertinggi sejak 1 Oktober 2008. Namun harga akhirnya ditutup naik 62 sen menjadi US$ 98,68 per barel.

"Minyak Brent di London menyentuh titik tertingginya di atas US$ 99 karena menjelang berakhirnya kontrak Februari pada Jumat. Ini karena hari terakhir kontrak Februari dan pasar bergerak ke Maret," ujar Andrey Kryuchenkov, analis dari VTB Capital.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads