60% Listrik Aceh Masih Dipasok dari Sumut

60% Listrik Aceh Masih Dipasok dari Sumut

- detikFinance
Selasa, 18 Jan 2011 16:34 WIB
Jakarta - Ketersediaan energi listrik di Aceh masih sangat minim. Saat ini 60% pasokan listrik di Aceh masih dipasok dari Sumatera Utara. Karena itu akan dikembangkan pembangkit listrik tenaga panas bumi di Aceh.

"Ironisnya, hampir 60% dari energi itu diperoleh dari hubuangan interkoneksi dengan PLTU di Sumatera Utara," ungkap Gubernur Nangroe Aceh Darussalam (NAD) Irwandi Yusuf saat ditemui di kantor Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (18/1/2011).

Irwandi menambahkan dengan energi sebesar itu dinilai masih belum cukup untuk menyiapkan pembangunan Aceh yang lebih baik ke depannya. Untuk itu, pihaknya berupaya mengambangkan potensi sumber daya alam di Aceh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aceh memiliki potensi energi primer yang cukup besar, yang dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan tenaga listrik yang bersih dan ramah lingkungan. Diantaranya adalah tenaga air dan panas bumi," ujarnya.

Irwandi menyebutkan untuk panas bumi saja saat ini Aceh tercatat memiliki 17 lokasi yang memiliki potensi lebih kurang 1.115 megawatt electric (MWE). Dua diantaranya yaitu Jaboi Sabang dan Seulawah Agam, yang telah ditetapkan menjadi wilayah kerja pertambangan (WKP).

"Kawasan Jaboi Sabang segera akan memasuki tahap eksplorasi dan diharapkan selesai pada 2013. Sementara Seulawah Agam yang dibantu dengan dana hibah dari pemerintah Jerman segera measuki tahap pelelangan," ujarnya.

Dengan besarnya potensi tersebut, Irwandi berharap banyak pihak yang bisa bekerjasama guna mengembangkan potensi tersebut, seperti yang telah dilakukan pemerintah jerman dengan pemberian hibah sebesar 7,72 juta euro untuk ekplorasi proyek panas bumi.

"Tentunya tidak sebatas pengembangan panas bumi, tetapi juga pengembangan potensi energi primer lainnya, seperti tenaga air yang tersebar di banyak tempat di Aceh," ungkapnya.

Sebagai informasi, hari ini Bank Pembangunan Jerman (KfW) mengucurkan hibah senilai sekitar Rp90 miliar (7,72 juta euro) untuk eksplorasi pembangkit geothermal di Seulawah Agam, Aceh.

Dirjen Pengelolaan Utang Kementrian Keuangan Rahmat Waluyanto menyatakan, alokasi dana yang diperlukan untuk pembangunan geothermal ini mencapai 18,7 juta euro, hibah untuk eksploarasi pengembangan potensi panas bumi dengan PPP dari KfW senilai 7,72 juta euro dari pemerintah Aceh senilai Rp2,5 miliar melalui Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA), dan sisanya dari pemenang tender.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads