Direktur Energi Primer PLN Nur Pamudji mengatakan, pasokan gas yang diterima PLN adalah sebanyak 293 tera BTU yang setara dengan 802,74 BBTU. Namun jumlah tersebut masih kurang.
"Dari 293 tera BTU tersebut, 40%-nya dipasok oleh PGN. Sisanya dipasok oleh PHE-ONWJ, Pertamina," jelasnya saat ditemui di kantor Ditjen Migas, Jakarta, Selasa (18/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasokan gas masih kurang dan memang biasanya selalu kurang dari dulu juga, makanya kita bergabung dengan forum industri," ujar Nur Pamudji.
Nur Pamudji kemudian menjelaskan, jika pasokan gas kepada PLN masih kurang dari jumlah kebutuhannya, maka terpaksa PLN akan menggantinya dengan mengkonsumsi BBM. "Hal tersebut membuat biaya listrik menjadi naik. Karena BBM sendiri juga terus naik," imbuhnya.
"Kalau tidak ada (pasokan gas), ya kita pakai BBM. Namun biaya listrik dari komponen harga bahan bakar untuk BBM sangat tinggi," kata Nur Pamudji.
Dijelaskan olehnya, harga listrik jika menggunakan BBM dapat mencapai Rp 2.000/Kwh. Jika menggunakan gas, biaya bisa ditekan hingga mencapai Rp 500/Kwh.
"Kalau harga minyak mentah terus naik, ya harga BBM kami juga akan naik, tadinya rata-rata Rp 6.000 per liter. Tapi, kalau harga minyak terus naik di atas US$ 80 per barel, yah bakal naik juga kan?" ucap Nur Pamudji.
(nrs/dnl)











































