Pasokan Gas Masih Kurang, PLN Sulit Tekan Biaya Listrik

Pasokan Gas Masih Kurang, PLN Sulit Tekan Biaya Listrik

- detikFinance
Selasa, 18 Jan 2011 16:58 WIB
Jakarta - PT PLN (Persero) masih kekurangan pasokan gas untuk bahan bakar pembangkit listriknya di tahun ini. Perusahaan listrik tersebut terpaksa menggunakan BBM yang harganya tinggi saat ini.

Direktur Energi Primer PLN Nur Pamudji mengatakan, pasokan gas yang diterima PLN adalah sebanyak 293 tera BTU yang setara dengan 802,74 BBTU. Namun jumlah tersebut masih kurang.

"Dari 293 tera BTU tersebut, 40%-nya dipasok oleh PGN. Sisanya dipasok oleh PHE-ONWJ, Pertamina," jelasnya saat ditemui di kantor Ditjen Migas, Jakarta, Selasa (18/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, idealnya PLN mendapatkan pasokan gas sebanyak 1.000 BBTUD. Jika pasokan tersebut dipenuhi, PLN bisa mengoperasikan PLTGU Tambak Lorok (150 BBTUD), PLTGU Priok (180 BBTUD), serta PLTGU Muara Karang (90 BBTUD).

"Pasokan gas masih kurang dan memang biasanya selalu kurang dari dulu juga, makanya kita bergabung dengan forum industri," ujar Nur Pamudji.

Nur Pamudji kemudian menjelaskan, jika pasokan gas kepada PLN masih kurang dari jumlah kebutuhannya, maka terpaksa PLN akan menggantinya dengan mengkonsumsi BBM. "Hal tersebut membuat biaya listrik menjadi naik. Karena BBM sendiri juga terus naik," imbuhnya.

"Kalau tidak ada (pasokan gas), ya kita pakai BBM. Namun biaya listrik dari komponen harga bahan bakar untuk BBM sangat tinggi," kata Nur Pamudji.

Dijelaskan olehnya, harga listrik jika menggunakan BBM dapat mencapai Rp 2.000/Kwh. Jika menggunakan gas, biaya bisa ditekan hingga mencapai Rp 500/Kwh.

"Kalau harga minyak mentah terus naik, ya harga BBM kami juga akan naik, tadinya rata-rata Rp 6.000 per liter. Tapi, kalau harga minyak terus naik di atas US$ 80 per barel, yah bakal naik juga kan?" ucap Nur Pamudji.

(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads