Hal ini disampaikan oleh Dirjen Migas Evita Legowo ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/1/2011).
"Iya Anggito Abimanyu jadi Ketua Tim Pengawas dari 3 universitas itu. Anggito dari UGM," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiga universitas ini bagus karena semua lengkap. Jadi nanti sosial ekonomi dibahas, infrastruktur juga. Pokoknya dilihat dari berbagai aspek termasuk teknisnya," imbuh Evita.
Saat ini tim tersebut sudah berjalan, dan diharapkan sampai akhir Maret sudah ada kajian yang dikeluarkan tim tersebut.
"Tim ini masih berjalan sampai setahun ke depan. Jadi kerjanya tak hanya sampai kuartal pertama saja," jelas Evita.
Seperti diketahui, berdasarkan keputusan antara komisi VII DPR RI dan pemerintah pada Desember 2010 lalu, telah diputuskan bahwa rencana kebijakan pembatasan BBM Bersubsidi akan dilaksanakan pada akhir kuartal I-2011. Dengan syarat perlu adanya kajian ulang dari pemerintah sebelum nanti dilaporkan ke komisi VII.
Sejauh ini, pemerintah sudah melaksanakan kajian tersebut dengan melaksanakan sosialisasi-sosialisasi, pembentukan kelompok kerja (Pokja) yang mengacu ke bidang operasional, sosialisasi, regulasi, pengawasan, serta sosial-ekonomi.
Pemerintah juga terus membahas mengenai kajian penggunaan teknologi sebagai alat bantu pengawasan kebijakan pembatasan BBM Bersubsidi, termasuk rencana untuk menguji cobakan RFID yang kemungkinan akan dicoba April mendatang di beberapa SPBU dan Trayek kendaraan pelat kuning tertentu di Jakarta.
(dnl/qom)











































