Menteri Perhubungan Freddy Numberi menegaskan jika memang tidak ada solusi dalam kasus pencemaran minyak di Laut Timor dari kilang Montara pada pertemuan berikutnya, maka dirinya akan membawa ke forum internasional agar tidak berkepanjangan.
"Besok sudah harus ada keputusan kalau tidak kita bawa ke international forum supaya tidak berlarut-larut," ungkap Freddy saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (19/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Besok sudah harus ada keputusan, kalau kamu (PTTEP) setuju tidak dengan jumlah kita yang sudah diajukan kalau setuju kita bahas per item tahapan dan pembayarannya jadi tidak dimulai dari awal lagi," tegas Freddy.
Freddy berharap dengan 'ancaman' akan ke forum internasional maka nantinya akan memberikan sentimen negatif pada sahamnya.
"Saya pikir mereka sebagai perusahaan internasional akan mikir kalau dibawa ke sana (forum Internasional) akan drop sahamnya," ungkapnya.
Freddy menyatakan saat ini bukan hanya pihak Indonesia yang menuntut kepada pihak PTTEP, tapi juga pihak Australia. Pasalnya, laut kedua negara tersebut mengalami pencemaran.
"Australia juga belum menuntut baru diganti rugi dalam pembersihan, kalau lingkunganya belum selesai pembahasannya sampai sekarang belum selesai pembahasannya," pungkasnya.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menaksir kerugian atas tumpahan minyak itu sebanyak lebih dari Rp 10 triliun. Namun, setelah dilakukan penghitungan secara pasti angkanya membengkak menjadi Rp 22 triliun.
(nia/dnl)










































