Pertamax Makin Mahal, Masyarakat Kembali Incar Premium

Pertamax Makin Mahal, Masyarakat Kembali Incar Premium

- detikFinance
Jumat, 21 Jan 2011 08:49 WIB
Pertamax Makin Mahal, Masyarakat Kembali Incar Premium
Jakarta - Pemerintah mewaspadai adanya tren peningkatan konsumsi premium, karena perbedaan harga yang makin tinggi dengan pertamax. Saat ini rentang perbedaan harga premium dengan pertamax mencapai Rp 3.350 per liter.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Tubagus Haryono mengatakan, pihaknya mendapatkan surat dari Menteri ESDM untuk mengawasi adanya peningkatan premium yang dikuatirkan melebihi kuota yang ditetapkan.

"Suratnya kami terima, isinya tentang adanya kecenderungan meningkatnya konsumsi Premium yang akan melebihi kuota akibat naiknya harga Pertamax," kata Tubagus kepada detikFinance, Jumat (21/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam surat tersebut ada instruksi yang disampaikan oleh Menteri ESDM, yaitu:

  • Intensifikasi pengawasan dalam menjaga ketersediaan dan pendistribusian BBM ke seluruh wilayah.
  • Mendorong agar BBM bersubsidi tepat sasaran.
  • Mendorong peningkatan penggunaan BBM non subsidi.
Ketika ditanya lebih lanjut, terkait apa yang akan dilakukan dari pihak BPH Migas atas instruksi ini, Tubagus menyampaikan bahwa BPH Migas sudah melakukan persiapan.

"Kami telah melakukan persiapan dengan turun langsung ke SPBU yang dilakukan oleh PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) BPH Migas. Selain itu, kami juga melakukan koordinasi dengan Pertamina dan Hiswana (pengusaha SPBU) Migas," terangnya.

Lebih lanjut lagi Tubagus menyampaikan kesiapan fasilitas infrastruktur dan sarana jelang rencana kebijakan pembatasan BBM bersubsidi di April 2011. Persiapan tersebut diantaranya:
1. Jabodetabek:

  • Terminal BBM: 75% (target selesai 100% Februari 2011)
  • SPBU: 79% (target selesai 100% akhir Maret dengan jumlah 720)
  • Mobil Tangki 100% siap
2. Jawa-Bali

  • Terminal BBM: 30%, target selesai Mei
  • SPBU 49% target selesai akhir Juni, jumlah 3.025
  • Mobil tangki: 100% siap
Seperti diketahui, sehubungan dengan masalah meningkatnya konsumsi premium, Menteri ESDM, Darwin Saleh Zahedy mengatakan bahwa dirinya sudah menyampaikan surat instruksi kepada BPH Migas terkait masalah ini.

Darwin sempat mengatakan, bahwa khawatir, jika perbedaan harga antara Pertamax dan Premium semakin melebar karena meningkatnya harga minyak dapat menimbulkan distorsi berupa penimbunan dan semacamnya.

(nrs/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads